Mendengarkan Dan Taat

Ibrani 4:1-11

Belum ada komentar 76 Views

Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. (Ibr. 4:11)

“Saya memang seperti ini adanya.” Ungkapan ini bisa jadi adalah ungkapan jujur akan keberadaan diri, atau keunikan kita. Namun, pernyataan ini, bisa juga bermakna lain. Yakni, sebuah pernyataan keengganan atau ketidakmauan untuk belajar dan berubah. Kita tidak mau belajar dan berubah karena kita merasa bahwa memang demikianlah adanya kita.

Mendengarkan suara Allah dan menaati-Nya harus dilakukan oleh umat, sebab ketaataan merupakan jalan masuk ke tempat perhentian yang disediakan Allah. Demikian penulis surat Ibrani menasihati umat. Ia lantas mengingatkan bahwa ketidaktaatan memiliki konsekuensi. Ia memberi contoh nenek moyang Israel. Dahulu, nenek moyang Israel melakukan ketidaktaatan, dan bahkan mencobai Allah ketika berada di padang gurun. Akibat ketidaktaatan itu, nenek moyang Israel pun tidak dapat masuk ke tempat perhentian yang dijanjikan Allah. Hal ini haruslah menjadi perhatian, peringatan dan pelajaran bagi umat agar mereka tidak melakukan hal yang sama seperti nenek moyang mereka. Sebab, jika demikian, mereka pun tidak akan dapat masuk ke dalam tempat perhentian yang disediakan Allah.

Mendengarkan dan menaati Allah, memang bukan hal yang mudah.Sebab, kita harus menundukkan diri dan melepaskan keakuan kita. Tetapi, betapapun berat, kita harus belajar, berusaha dan berjuang untuk mendengarkan dan menaati Allah. Seperti umat Allah dahulu, kita juga diingatkan untuk tidak mengeraskan hati dan mencobai Allah, melainkan sedia mendengar dan menaati-Nya. Sehingga kita pun dapat memasuki dan menikmati tempat perhentian yang telah Allah sediakan bagi kita, yakni kehidupan kekal bersama Dia. [Pdt. Hobert V.G. Ospara]

DOA:
Ya Allah, mampukanlah kami untuk mendengarkan dan menaati suara-Mu dalam kehidupan kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 22:2-16; Ayb. 18:1-21; Ibr. 4:1-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...
  • Melakukan Karena Mencintai
    Mazmur 119:41-48
    Aku menggemari perintah-perintah-Mu yang memang kucintai. (Mazmur 119:47) Masih ingatkah ketika Saudara jatuh cinta kepada seseorang? Ketika sedang jatuh...