Iman Yang Berani

Kisah Para Rasul 4:13-31

Belum ada komentar 133 Views

Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: Taat kepada kamu atau taat kepada Allah.” (Kis. 4:19)

Iman yang berani? Judul renungan ini terkesan lebay. Iman memang pasti berani. Sejarah iman para leluhur menunjukkan itu. Tidak ada iman, tanpa keberanian. Benar! Tetapi, hal ini perlu dikatakan kembali guna mempertegas. Sebab, faktanya, banyak orang beriman yang kurang bernyali sehingga menyangkali imannya.

Sejarah iman para rasul, seperti yang terbaca dalam kisah mereka, penuh keberanian. Petrus dan Yohanes yang bukan orang terpelajar dengan berani berkata benar sesuai dengan pengalaman iman yang mereka alami. Petrus dulu pernah menyangkal Yesus. Namun, ia bertobat. Roh Kudus memenuhi Petrus dan Yohanes serta rasul-rasul lain, sehingga mereka bersaksi tanpa harus berkompromi secara negatif. Dengan lantang Petrus dan Yohanes berkata kepada para pengadil mereka bahwa mereka memilih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Kebenaran dan cinta Tuhan harus terus mereka bagikan. Itu amanat yang mereka terima dari Allah di dalam Yesus Kristus. Karena itulah, mereka lebih memilih taat kepada Allah daripada takut kepada Mahkamah Agama.

Dewasa ini, tampaknya, ada banyak orang beriman yang kurang bernyali. Mereka lebih takut kehilangan harta, jabatan, atau pasangan sehingga memilih untuk diam. Bahkan, tidak sedikit yang menyangkali imannya. Karena itu, dibutuhkan iman yang berani seperti Petrus dan Yohanes. Keberanian iman itu akan terjadi manakala kita membuka diri pada karya Roh Kudus, dan yakin akan karya pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Keberanian berkata dan bertindak benar sesuai iman adalah panggilan kudus Tuhan yang ditopang oleh kuasa dan karya Roh Kudus.

Ayat Pendukung: Mzm. 124; Est. 1:1-21; Kis. 4:13-31
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kasih Karunia Yang Menobatkan
    Yehezkiel 33:10-16
    Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,… Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan pada pertobatan...
  • Seruan dan Penyelamatan
    Mazmur 130
    Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, TUHAN, siapakah yang dapat bertahan? (Mazmur 130:3) Dahulu ada seorang pria yang dikenal...
  • BUKTI IMAN
    Matius 9:27-34
    Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai’.’ (Matius 9:29) Apakah iman membutuhkan bukti?...
  • Diam: Tanda Ketidakpedulian!
    Yesaya 42:14-21
    Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20) Diam itu emas? Broery Marantika...
  • ACTION: Bukti Keluasan Hati
    Mazmur 146
    TUHAN menjaga para pendatang, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik digagalkan-Nya. (Mazmur 146:9) Membaca kesaksian...