Iman Yang Berani

Kisah Para Rasul 4:13-31

Belum ada komentar 138 Views

Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: Taat kepada kamu atau taat kepada Allah.” (Kis. 4:19)

Iman yang berani? Judul renungan ini terkesan lebay. Iman memang pasti berani. Sejarah iman para leluhur menunjukkan itu. Tidak ada iman, tanpa keberanian. Benar! Tetapi, hal ini perlu dikatakan kembali guna mempertegas. Sebab, faktanya, banyak orang beriman yang kurang bernyali sehingga menyangkali imannya.

Sejarah iman para rasul, seperti yang terbaca dalam kisah mereka, penuh keberanian. Petrus dan Yohanes yang bukan orang terpelajar dengan berani berkata benar sesuai dengan pengalaman iman yang mereka alami. Petrus dulu pernah menyangkal Yesus. Namun, ia bertobat. Roh Kudus memenuhi Petrus dan Yohanes serta rasul-rasul lain, sehingga mereka bersaksi tanpa harus berkompromi secara negatif. Dengan lantang Petrus dan Yohanes berkata kepada para pengadil mereka bahwa mereka memilih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Kebenaran dan cinta Tuhan harus terus mereka bagikan. Itu amanat yang mereka terima dari Allah di dalam Yesus Kristus. Karena itulah, mereka lebih memilih taat kepada Allah daripada takut kepada Mahkamah Agama.

Dewasa ini, tampaknya, ada banyak orang beriman yang kurang bernyali. Mereka lebih takut kehilangan harta, jabatan, atau pasangan sehingga memilih untuk diam. Bahkan, tidak sedikit yang menyangkali imannya. Karena itu, dibutuhkan iman yang berani seperti Petrus dan Yohanes. Keberanian iman itu akan terjadi manakala kita membuka diri pada karya Roh Kudus, dan yakin akan karya pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Keberanian berkata dan bertindak benar sesuai iman adalah panggilan kudus Tuhan yang ditopang oleh kuasa dan karya Roh Kudus.

Ayat Pendukung: Mzm. 124; Est. 1:1-21; Kis. 4:13-31
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menghalau Kegelapan
    Keluaran 10:21-29
    Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan gelap gulita meliputi seluruh tanah Mesir selama tiga hari. (Keluaran 10:22) Mati...
  • BERSUKACITALAH!
    Mazmur 149
    Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang saleh. (Mazmur 149:1) Kita adalah manusia yang hidup...
  • Melihat Dengan Objektif
    Matius 12:22-32
    Namun, ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata, “Orang ini mengusir setan dengan kuasa Be’elzebul, pemimpin setan.” (Matius 12:24) Pernahkah...
  • Jangan Berhenti
    Keluaran 5:1- 6:13
    Tetapi, Musa berkata di hadapan TUHAN, “Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku, bagaimana mungkin Firaun mendengarkan aku, aku seorang...
  • Ketika Kita Tersakiti
    Mazmur 83:1-4, 13-18
    Ya Allah, janganlah Engkau bungkam, janganlah berdiam diri dan janganlah berpangku tangan, ya Allah! (Mazmur 83:2) Sambil menangis, seorang...