Iman Yang Berani

Kisah Para Rasul 4:13-31

Belum ada komentar 137 Views

Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: Taat kepada kamu atau taat kepada Allah.” (Kis. 4:19)

Iman yang berani? Judul renungan ini terkesan lebay. Iman memang pasti berani. Sejarah iman para leluhur menunjukkan itu. Tidak ada iman, tanpa keberanian. Benar! Tetapi, hal ini perlu dikatakan kembali guna mempertegas. Sebab, faktanya, banyak orang beriman yang kurang bernyali sehingga menyangkali imannya.

Sejarah iman para rasul, seperti yang terbaca dalam kisah mereka, penuh keberanian. Petrus dan Yohanes yang bukan orang terpelajar dengan berani berkata benar sesuai dengan pengalaman iman yang mereka alami. Petrus dulu pernah menyangkal Yesus. Namun, ia bertobat. Roh Kudus memenuhi Petrus dan Yohanes serta rasul-rasul lain, sehingga mereka bersaksi tanpa harus berkompromi secara negatif. Dengan lantang Petrus dan Yohanes berkata kepada para pengadil mereka bahwa mereka memilih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Kebenaran dan cinta Tuhan harus terus mereka bagikan. Itu amanat yang mereka terima dari Allah di dalam Yesus Kristus. Karena itulah, mereka lebih memilih taat kepada Allah daripada takut kepada Mahkamah Agama.

Dewasa ini, tampaknya, ada banyak orang beriman yang kurang bernyali. Mereka lebih takut kehilangan harta, jabatan, atau pasangan sehingga memilih untuk diam. Bahkan, tidak sedikit yang menyangkali imannya. Karena itu, dibutuhkan iman yang berani seperti Petrus dan Yohanes. Keberanian iman itu akan terjadi manakala kita membuka diri pada karya Roh Kudus, dan yakin akan karya pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Keberanian berkata dan bertindak benar sesuai iman adalah panggilan kudus Tuhan yang ditopang oleh kuasa dan karya Roh Kudus.

Ayat Pendukung: Mzm. 124; Est. 1:1-21; Kis. 4:13-31
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...