Iman Yang Membebaskan

Markus 7: 24-37

Belum ada komentar 630 Views

Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya sendiri, tidak ditindas, tidak dibatasi ruang geraknya dan tidak terbelenggu oleh apapun. Semua orang punya impian untuk hidup bebas dalam segala hal. Maka dalam Kehidupan ini juga memiliki banyak tawaran-tawaran kebebasan. Bebas dari masalah, bebas secara finansial, bebas dari hutang, bebas dari keribetan bertransaksi (dengan adanya metode pembayaran online) dan bahkan bebas dari penindasan dalam berbagai macam bentuk. Artinya untuk menjadi bebas adalah sebuah impian setiap orang. Seakan hidup akan lebih ringan kalau kita bisa bebas dari hal-hal tadi (masalah, finansial, hutang penindasan, dll). Namun demikian, kebebasan seperti apa yang ada di dalam injil?

Markus 7: 24-37 berbicara tentang iman yang membebaskan dari belenggu roh jahat, belenggu fisik dan status sosial. Iman yang tumbuh di tengah-tengah bangsa Siro Fenesia dan disaksikan oleh seorang Ibu yang memiliki seorang anak perempuan yang dirasuki roh jahat. Ibu Siro Fenesia mengakui kuasa Yesus lebih besar dari roh jahat. la datang tersungkur di kaki Yesus dan memohon Yesus menyembuhkan putrinya. Begitu juga sikap beriman orang banyak di Tirus dengan membawa seorang tuli dan gagap untuk disembuhkan Tuhan Yesus. Yesus berkata: “Efata” terbukalah! menjadi semacam perkataan yang membebaskan seseorang dari belenggu.

Apa yang Yesus lakukan pada saat itu tidak sekedar mukjizat saja, melainkan menembus batasan-batasan manusiawi dengan kasih Allah. Allah bekerja tanpa batasan apa pun. Karena kasih Allah bersifat membebaskan manusia. Seperti kita tahu bahwa Yesus pada akhirnya dengan kasih Allah membebaskan manusia dari belenggu dosa. Jadi, iman yang membebaskan adalah Iman yang percaya kepada kasih Allah sang pembebas! (LS)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...