Bersyukurlah

Belum ada komentar 53 Views

Bagaimana anda mengawali hari? Banyak perasaan dan situasi yang sangat mempengaruhi kita untuk memulai hari dengan ungkapan syukur. Meskipun kita tahu sikap hidup bersyukur adalah cara hidup yang diajarkan Allah kepada kita namun hal itu tidak akan terjadi otomatis. Jika kita bersyukur apakah artinya tidak ada lagi kesedihan, kecewa dan marah yang kita rasakan? Apa itu mungkin? Bagaimana bersyukur di tengah kehilangan, kedukaan dan penderitaan? Apakah sikap bersyukur adalah bentuk penyangkalan dari apa yang kita rasakan?

Belajar bersyukur adalah upaya kita untuk mengelola pengalaman hidup dengan melihat perspektif baru. Hati yang bersyukur adalah hati yang lapang untuk menerima pengalaman demi pengalaman hidup bahkan di saat kondisi sulit. Kesulitan akan berlipat ganda ketika kesulitan dihadapi dengan gerutuan, sesal, dan pikiran negatif. Jadi belajar hidup bersyukur bukanlah cara kita menyangkali apa yang kita hadapi dan kita rasakan namun cara kita mengelolanya agar kita beroleh hikmat dan kekuatan untuk terus melangkah terutama di masa sulit.

Dengan demikian hidup bersyukur adalah sikap hidup yang harus disadari dan dilatih. Pertama-tama dengan melihat kehidupan dengan perspektif yang berbeda, bukan hanya dari sudut pandangan kita tetapi melihat kehidupan dengan lebih luas. Kedua, sadari hari ini dengan segala rasa dan pikiran kita (lihat kisah Israel, apa iya demi daging umat memilih hidup di Mesir daripada tanah pembebasan? Luapan marah, ketidakpuasan atau sesungguhnya keinginan diri?). Ketiga, tenangkan diri dari segala gejolak rasa. Lihat, percaya dan berjalanlah dengan cara Allah meskipun rencana Allah yang baik itu belum dapat kita pahami dan mengerti tetapi kita yakini. Keempat, jangan terpaku pada masalah, liatlah jauh lebih besar dari makanan (Yoh.6:32-33 … “Bapa-Ku yang memberikannya..”). Mari melatih hidup bersyukur setiap hari dalam setiap pengalaman.

dva

No Comments

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...