Rumah Doa Bagi Segala Bangsa

Markus 11:15–19

Belum ada komentar 569 Views

Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: “Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa?” (Mrk. 11:17)

Ada dua versi kisah penyucian Bait Allah oleh Yesus dalam Perjanjian Baru. Yang pertama ialah versi Injil-Injil Sinoptik yang menempatkan kisah ini pada bagian akhir hidup Yesus. Menurut versi pertama ini, tindakan Yesus yang menyucikan Bait Allah telah memicu para pemuka agama Yahudi untuk membunuh Dia. Versi yang kedua, Injil Yohanes, menempatkan kisah ini pada bagian awal hidup Yesus. Antara kedua versi ini ada perbedaan yang cukup besar. Contohnya, ucapan Yesus tentang rumah doa tidak disebutkan dalam Injil Yohanes.

Mengapa para pemuka agama itu marah pada Yesus? Ada dua alasan. Pertama, Yesus menyebutkan Bait Allah sudah menjadi sarang penyamun. Tuduhan ini membongkar praktik kotor di Bait Allah, yaitu bisnis tukar-menukar uang dan penjualan hewan kurban, yang juga dinikmati oleh para tokoh agama itu. Kedua, sebutan rumah doa bagi segala bangsa. Umat Yahudi merasa dirinya sebagai “umat pilihan Allah.” Ketika Bait Allah disebut sebagai “rumah doa bagi segala bangsa,” maka status istimewa umat Yahudi menjadi runtuh dan lenyap. Di mata Yesus, umat Israel bukan lagi umat Allah yang istimewa. Sebab, Allah telah membuka pintu keselamatan selebar-lebarnya bagi segala bangsa.

Karya keselamatan Yesus tidak lagi dibatasi hanya untuk keturunan Abraham saja. Siapa pun yang sudah dibaptis dalam Kristus, sudah menjadi anak Allah karena iman dalam Kristus! [Pdt. (Em.) Ferdinand Suleeman]

REFLEKSI:
Dalam Yesus semua orang menjadi saudara sebagai anak-anak Allah.

Ayat Pendukung: Mzm. 84; Ezr. 6:1-16; Mrk. 11:15-19
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menghormati Kekudusan-Nya
    Keluaran 3:1-12
    … tempat engkau berdiri itu adalah tanah yang kudus…Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. (Keluaran 3:5b,...
  • Kepada-Mu Aku Percaya
    Mazmur 31:1-5, 15-16
    Tetapi, aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” (Mazmur 31:15) Beriman kepada Tuhan bukan berarti tidak...
  • Apa Yang Engkau Kehendaki?
    Matius 20:17-28
    Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Nyatakanlah supaya kedua anakku ini duduk di dalam Kerajaan-Mu, seorang di sebelah kanan-Mu...
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...