Iman Yang Kritis

Matius 11:2-11

Belum ada komentar 30 Views

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis ….” (Mat. 11:11)

Bolehkah kita mempertanyakan iman kita? Salahkah kita, jika kita meragukan ajaran agama kita? Dosakah kita, jika kita mempertanyakan Tuhan? Bertanya dan ragu adalah bagian dari sebuah proses pemikiran yang kritis. Kekritisan itu akan menuntun kita menemukan pemikiran-pemikiran yang yang lebih luas dan jelas. Maka, bukanlah sebuah dosa atau kesalahan jika kita mempertanyakan atau meragukan sesuatu dalam iman kita, bahkan mempertanyakan Tuhan.

Yohanes Pembaptis ragu. Dia membutuhkan kepastian bahwa Yesus adalah ‘Mesias’ yang dinantikan. Keyakinannya di awal (Mat. 3:13-17) tentang Yesus ternyata perlu bukti yang meyakinkan. Para murid yang bertanya kepada Yesus mendapatkan jawaban agar Yohanes melihat tanda-tanda yang sudah jelas dilakukan Yesus. Sekalipun Yohanes meragukan kehadiran Yesus, tetapi Yesus menganggap Yohanes adalah seorang yang besar, bahkan seperti Nabi Elia (bdk. ayat 14). Yohanes Pembaptis hanya perlu diyakinkan.

Maka, menjadi wajarlah jika kita mempertanyakan sesuatu dalam iman kita. Tetapi pertanyaan atau keraguan itu hendaknya menuntun kita untuk terus maju mencari jawaban, dan bukan mundur. Kekritisan yang kita miliki adalah bekal untuk mengenal Tuhan semakin dekat lagi. Yang juga menjadi penting adalah kesediaan kita membuka pikiran terhadap bukti-bukti yang Tuhan berikan. Kritis, terbuka, mencari jawab, juga bersedia dijawab Tuhan. (Pdt. Novita Sutanto) 

DOA:

Tuhan, berikan kami hikmat untuk memahami bukti-bukti kehadiran-Mu dalam hidup kami. Amin.

Ayat Pendukung: Yes.35:1-10, Mzm. 146:5-10/Luk. 1:46b-55; Yak. 5:7-10; Mat. 11:2-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...
  • Jangan Mempermalukan
    Matius 18:15-20
    “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali” (Matius...
  • KEMUNAFIKAN
    Matius 23:29-36
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai Kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah...
  • Menghalau Kegelapan
    Keluaran 10:21-29
    Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan gelap gulita meliputi seluruh tanah Mesir selama tiga hari. (Keluaran 10:22) Mati...
  • BERSUKACITALAH!
    Mazmur 149
    Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang saleh. (Mazmur 149:1) Kita adalah manusia yang hidup...