Mendewakan Kekuatan Sendiri

Habakuk 1:5-17

Belum ada komentar 74 Views

Maka berlarilah mereka, seperti angin dan bergerak terus; demikianlah mereka bersalah dengan mendewakan kekuatannya. (Hab. 1:11)

 

Berbangga hati dengan apa yang dimiliki tidak dilarang. Tetapi ketika kebanggaan berubah menjadi mendewakan, maka menjadi tidak baik, berbahaya.

 

Bangsa Kasdim terkenal sebagai bangsa yang sangat bangga dengan kekuatannya. Kebanggaan yang telah berubah menjadi kesombongan, sehingga ia merasa tak terkalahkan oleh siapa pun. Saat menyerang bangsa lain, ia layaknya dewa yang kejam, tidak ragu-ragu membinasakan siapa saja yang dipandang musuh. Itu sebabnya, mereka sangat ditakuti bangsa-bangsa lain. Juga bangsa Yehuda menjadi sangat ketakutan ketika bangsa Kasdim datang dan menyerang. Tetapi sesungguhnya, melalui bangsa Kasdim, Tuhan mendidik Yehuda bahwa orang yang mengandalkan dan mendewakan kekuatannya sendiri pasti akan binasa. Orang yang mengandalkan dirinya sendiri akan mendapatkan hukuman Tuhan, oleh karena melupakan Tuhan yang Mahakuasa sumber kekuatan sejati umat manusia. Tuhan tidak ingin Yehuda mengalami hukuman. Karena itu, Tuhan memperingatkan Yehuda melalui nabi Habakuk.

 

Kita, umat Tuhan di masa kini juga memiliki banyak potensi atau sumber kekuatan berupa pengetahuan, kepandaian, uang, harta benda dan sebagainya. Berapa banyak dari kita yang mengandalkan bahkan mendewakannya, menganggapnya sebagai segala-galanya? Bukankah semua itu berasal dari Tuhan Sang Mahapencipta dan Mahakuasa? Mengapa bukan Tuhan yang kita andalkan? (Pdt. Henni Herlina)

 

DOA:

Ajar kami untuk menjadikan Engkau segala-galanya dalam hidup kami. Amin.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • JANGAN LENGAH
    Matius 24:36-44
    “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga’.’ (Matius 24:44)...
  • Belajar Percaya Penuh
    Kejadian 6:11-22
    Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. (Kejadian 6:22) Dalam pergaulan dan komunikasi...
  • Kecenderungan Hati
    Kejadian 6:1-10
    TUHAN meiihat betapa besarnya kejahatan manusia di bumi, dan segaia kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. (Kejadian 6:5) Dalam...
  • Doa Bagi Indonesia
    Mazmur 122
    Berdoalah untuk damai sejahtera Yerusalem, “Kiranya orang-orang yang mencintaimu hidup sentosa’.’ (Mazmur 122:6) Apakah Saudara bangga menjadi orang Indonesia?...
  • Dikagumi dan Dibenci
    Yesaya 60:8-16
    Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci, dan tidak dilalui seorang pun, sekarang Aku akan membuat engkau menjadi...