Yesus Raja dan Gembala

Yehezkiel 34:11-16, 20-24

Belum ada komentar 159 Views

Minggu ini adalah Minggu Kristus Raja, akhir tahun liturgi gereja. Minggu depan adalah Adven I, awal tahun gereja. Gelar Yesus dalam penceritaan Matius bergeser dari Anak Manusia menjadi Raja dan Hakim (31). Ia adalah penguasa kerajaan Sorga mulia. Ia menempati tahta kemuliaan-Nya. Dalam kisah yang sama, Yesus dihayati juga sebagai Sang Gembala, Sang Pemilik dan Sang Pemelihara. Ia memiliki, berkuasa, mengadili, tetapi juga memelihara

Dengan keadilan-Nya, Ia memisahkan domba (si baik) dari kambing (si jahat). Dengan kekuasaan-Nya, Ia memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan. Ia melawan gembala palsu, yang tidak memikirkan domba-dombanya. Ia tidak hanya menghukum, melainkan memberi kesempatan umat-Nya seperti layaknya Sang Gembala. Ia memperhatikan, mencari, menyelamatkan, membawa keluar dari cengkeraman gembala palsu. Ia melakukan tindakan penyelamatan sebagai bentuk kasih dan kesempatan bagi dombanya yang terancam dan tertindas. Tidak hanya itu, Ia berjanji membawanya pulang, membalut yang terluka, menguatkan yang sakit, melindungi yang gemuk dan kuat, membaringkan mereka, dan mengerjakan tugas Gembala Sejati. Yang diinginkan-Nya adalah umat-Nya selamat, berkeadilan, dan sejahtera (Yehezkiel).

Dalam pemahaman eklesiologi GKI, Kristus adalah Kepala Gereja. Kepala Gereja kita adalah juga Raja dan Gembala kita. Ia memperjuangkan keselamatan, keadilan, dan kesejahteraan. Mari kembali bercermin! Apakah kita, gereja-Nya, sebagai pribadi maupun keluarga Allah, ikut bersama-Nya dan menjadi domba-domba yang baik, alih-alih menjadi kambing yang jahat atau gembala palsu? Apakah gereja mengupayakan keadilan dan kesejahteraan sebagai umat yang diselamatkan dalam setiap sendi pelayanannya? Apakah kolektif-kolegial, kesetaraan, kasih, keadilan, dan perdamaian menjadi nafas pelayanan gereja?

Dalam konteks bermasyarakat, apakah gereja diam saat ketidakadilan terjadi? Saat orang-orang terluka membutuhkan balutan, saat orang lain membutuhkan perlindungan, saat si tawar hati kehilangan asa, saat si sakit membutuhkan papahan dan bahu untuk bersandar? Raja dan Gembala kita tidak ingin kita memandang ke langit. Pandanglah dunia dan ikutlah apa yang Ia lakukan! Pandanglah dunia dan berkaryalah demi keadilan dan kesejahteraan karena kita telah diselamatkan! Berilah dirimu menjadi perpanjangan tangan-Nya, sehingga dunia mengenal kasih dan keadilan Raja dan Gembala kita, Yesus Kristus!
BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup Penuh Roh
    Yohanes 7: 37-39
    Undangan Tuhan Yesus “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” ditujukan kepada siapa saja yang dalam hidupnya mengalami...
  • Hidup dipelihara Tuhan
    Yohanes 17:1-11
    Doa Tuhan Yesus “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka (baca: para murid, jemaat Tuhan) dalam nama-Mu” (ay.11), sekaligus merupakan...
  • Saya Cinta Yesus
    Yohanes 14:15-21
    Definisi cinta yang dimaksud supaya tidak salah arah harus dikaitkan dengan konteks pembicaraan. Mencintai atau mengasihi merupakan kata yang...
  • The Journey Is Home
    Yohanes 14:1-14 dan Kisah Para Rasul 7:55-60
    Pemberitaan di Media yang begitu marak tentang pandemi Covid-19, khabarnya telah meluluh lantakkan kehidupan rutinitas. Melongok keluar sebentar, maka...
  • Hidup Bersatu
    Hidup Bersatu
    Kisah Para Rasul 2:42-47
    Pada masa ini, kesatuan sebagai warga negara Indonesia tampaknya sedang diuji. Sebab kita sedang menjalani kehidupan yang terpisah dari...
Kegiatan