YERUSALEM: Pemuliaan Menuju Penderitaan

YERUSALEM: Pemuliaan Menuju Penderitaan

Yesaya 50:4-9 dan Matius 21:1-11

Belum ada komentar 236 Views

Dipuja dan dihina, disanjung dan dijatuhkan menjadi semarak kita lihat, dengar dan baca saat ini seiring dengan kemeriahan Pemilu Indonesia. Yang satu diarak yang lain dijatuhkan. Sekelompok orang banyak bersikap sekedar melihat keuntungan. Hari ini berseru untuk mendukung tetapi besok berteriak dengan cercaan. Begitu mudah dan begitu cepat berbalik dari satu sikap kepada sikap yang lain.

Ketika Yesus memasuki kota Yerusalem, tempat di mana Dia akan mengakhiri misi-Nya, Ia dielukan bagaikan seorang pahlawan. Segala harap ditumpukan kepada-Nya. Sorak sorai dikumandangkan menyongsong sang Mesias. Pemuliaan dan sanjungan dapat dengan cepat membuat seseorang lupa diri. TETAPI di tengah sanjungan sedemikian rupa, Yesus tetap menerimanya dengan kerendahan hati. Sanjungan tidak membuat Dia beralih dari kehendak Sang Bapa. Sanjungan tidak pernah menjadi tujuan dari pelayanan-Nya. Maka ketika sanjungan itu pun menghilang dan berganti dengan hinaan dan cercaan, Ia tetap setia dan taat pada kehendak Bapa. Ia melakukan misi-Nya sebagai Mesias dengan cara Bapa dan bukan cara manusia. (Yesaya 50:4-9)

Pemuliaan dan sanjungan tidak pernah menjadi tujuan pelayanan dan karya kita. Peristiwa di minggu palem ini mengingatkan kita bahwa manusia dapat dengan mudah dan cepat berganti sikap maka jangan menggantungkan tujuan pelayanan kepada hal itu. Marilah kita mengarahkan diri kepada kehendak Bapa walau untuk itu kita tidak mendapatkan sanjungan dan eluk-elukan. Kasih Allah itu tetap kepada umat-Nya, memimpin dan menjaga kita dalam menjalankan misi-Nya maka bergantunglah kepada-Nya.

Dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • terhubung
    Terhubung Dan Bahagia Bersama Sesama
    Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; 1 Yohanes 3:16-24; Yohanes 10:11-18
    Hidup kita semakin terhubung satu dengan yang lain begitu cepat dan mudah. Keterhubungan komunikas dan informasi adalah sebuah keuntungan...
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
Kegiatan