Votum dan Salam

Votum dan Salam

3 Komentar 12 Views

Dalam tulisan tentang Tata Ibadah GKI, secara garis besar telah  diterangkan tentang liturgi GKI. Berikutnya akan membahas tentang bagian-bagian liturgi yang penting untuk dipahami lebih dalam sehingga kita melihat: mengapa itu mesti ada dalam liturgi kita?

Secara garis besar, liturgi GKI dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:

  1. Jemaat Berhimpun
  2. Pelayanan Firman
  3. Pelayanan Persembahan
  4. Pengutusan

Susunannya tentu tidak boleh dibolak balik, sekali pun dimungkinkan adanya variasi yang membuat ibadah itu “hidup”. “Votum dan Salam” itu berada dalam bagian “Jemaat Berhimpun”. Selain “Votum dan Salam”, ada bagian-bagian lain yang merupakan bagian “Jemaat Berhimpun” tersebut, yang akan dibahas satu persatu.

Votum dan Salam; dulu dan kini

Dalam liturgi GKI yang lalu, votum dan salam merupakan satu rangkaian, sehingga ketika pengkhotbah menyampaikan votum, langsung disambung dengan salam, baru jemaat menjawabnya dengan pernyataan: “Amin… amin… amin.” (yang berarti “Percaya”).

Tentu bukan soal salah dan benar ketika dalam bagian saat ini jawaban untuk votum dan salam dipisahkan sendiri-sendiri. Dalam pemahaman saat itu, tentu votum dan salam dihayati sebagai bagian yang tidak terpisahkan, sehingga dijawab sekaligus. Votum dan salamnya sekaligus diaminkan.

Tetapi saat ini melalui studi yang lebih mendalam tentang liturgi, pemahamannya sudah berubah. Bahwa votum itu memang dijawab dengan “Amin” dan Salam dijawab dengan “Dan Besertamu juga.”

Mana yang benar? Sekali lagi: ini bukan soal salah dan benar, tetapi soal penghayatan dan pemberian maknanya. Kalau dulu kita hanya mengikuti “Votum dan Salam” yang digabung, itu karena kita mengikuti liturgi dari gereja Belanda, yang memang begitu dari sononya. Dan kalau akhir-akhir ini ada beberapa teolog (karena ada yang pendeta maupun bukan) yang meneliti dan memberikan hasilnya yang disepakati dalam Persidangan Sinode, ya itulah kesepakatan kita bersama dalam kebersamaan kita sebagai GKI. Dan oleh karena itu, maka akan diterangkan tentang: Votum dan Salam itu.

Apa itu Votum?

Votum adalah sebuah pengakuan. Ingat istilah bahasa Inggris dalam pemilihan umum? Vote. Kata ini berakar dari bahasa yang sama dengan votum. Votum itu berarti pengesahan/dukungan suara. Jadi ketika votum itu dinyatakan, itulah pernyataan dari Allah yang menunjukkan bahwa Allah-lah yang menjadi sumber dari segala pertolongan umat.

Karena itu Votum bahwa: “Pertolongan kita berasal dari Tuhan, pencipta langit dan bumi” (atau dengan pernyataan yang lain). Pernyataan ini adalah pernyataan pengkhotbah yang mewakili Allah di hadapan umat. Dalam pernyataan ini maka jemaat menjawabnya dengan: “Amin… amin… amin.” (percaya).

Jemaat menyatakan/menjawab pernyataan dari Allah itu dengan menyatakan “Ya, Tuhan, aku percaya bahwa dalam setiap langkah hidup kami itu adalah merupakan bagian-bagian pertolongan Tuhan. Baik yang menyenangkan kami maupun juga yang tidak menyenangkan kami, bahkan yang menyakiti kami. Kami percaya bahwa Tuhan sanggup menjadikan yang tidak baik menjadi kebaikan bagi kami.”

Yang sering ditanyakan; bagaimana sikap jemaat ketika votum dinyatakan? Sama seperti kebiasaan kita yang dari dulu, maka ketika votum diucapkan, jemaat dengan sikap berdiri (kecuali untuk yang tidak bisa berdiri; menunjukkan kesiapan untuk mendengar pernyataan Allah itu dan mengakuinya; dengan mengucapkan “amin”. Ini bukan doa, karena itu bukan dengan memejamkan mata tetapi menunduk dan meresapi makna kata-kata yang diucapkan pengkhotbah dan menjawabnya dengan penuh keyakinan.

Apa itu Salam?

Salam adalah pernyataan dari Allah yang dinyatakan juga oleh Pengkhotbah. Salam ini menyatakan bahwa Allah mau menyapa kita. Dalam hal ini pengkhotbah menyatakan bahwa penyertaan dan pimpinan Allah-lah yang menyertai dan memimpin setiap orang percaya, yang datang kepada kita terlebih dahulu dibanding dengan kita. Lalu mengapa jemaat menjawabnya dengan “Dan beserta saudara juga”?

Karena di sinilah makna persekutuan orang beriman; bahwa jemaat saling memberikan salam satu dengan yang lain, supaya semua merasakan “Syalom” (damai sejahtera) dalam hidupnya. Apakah tidak boleh pengkhotbah yang menjadi alat di tangan Tuhan mendapatkan damai sejahtera? Tentu jawabnya harus, karena itu salam juga disampaikan oleh jemaat.

Sikap jemaat, ya tentu bukan juga sikap berdoa, tetapi seperti juga ketika kita memberi salam kepada orang lain, menyapa dengan menatap kepada yang disapanya.

3 Comments

  1. Frans Emiel Pesiwarissa

    Apakah pada saat pendeta mengawali ibadat minggu dengan membaca Votum, itu merupakan sambutan TUHAN untuk umatnya yang datang beribadat, atau dapat dikatakan sebagai unsur Doa deimana saat dibacakan Votum sikap jemaat harus tunduk kan kepala sebagai sikap doa sehingga dapat dianggap proses votum ini harus disikapi kusuk dan hikmat?
    Sehingga saat itu bagi jemaat yang datang terlambat harus menunggu dan tidak boleh masuk samapai proses ini selesai ?
    Mohon bantuan petunjuk arti dari pembacaan Votum oleh Prendeta?

  2. Joas Adiprasetya

    Menurut saya bukan dua-duanya. Votum berasal dari kata Latin yang berarti janji (vow) atau deklarasi yang disampaikan oleh pemimpin untuk mengajak jemaat ingat dan meyakini bahwa Allah hadir dan Ialah yang menjadi dasar ibadah tersebut. Jadi, bukan sambutan Tuhan, bukan pula sebuah doa.

  3. Rana Hamakonda

    Trima kasih utk penjelasan bpk pendeta tentang votum dan salam, selama ini krn dianggap doa, penyampaiannya juga menjadi spt doa

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Liturgi
  • Perjamuan Kudus di GKI
    Perjamuan Kudus di GKI
    Perayaan Perjamuan Kudus sebenarnya telah dilakukan oleh gereja perdana. Dalam kehidupan bergereja, PK diterima sebagai sakramen yang diperintahkan...
  • Epifania
    Epifania
    Sebelum abad IV, Hari Epifania (bahasa Yunani: penampakan diri) dirayakan sebagai hari kelahiran Kristus, yaitu pada tanggal 6 Januari...
  • Pemberitaan Firman II:  Pengakuan Iman dan Doa Syafaat
  • Pemberitaan Firman I: Doa sampai dengan Saat Hening
  • Berita Anugerah
    Berita Anugerah
    Berita Anugerah = Kabar Gembira Bagi Umat yang Lemah Ketika dinyatakan sebagai berita anugerah, maka ini merupakan pernyataan bahwa...
Kegiatan