Tuhan, Tolonglah Aku Yang Tidak Percaya Ini

Tuhan, Tolonglah Aku Yang Tidak Percaya Ini

Belum ada komentar 105 Views

Iman dan kerendah hatian adalah dua hal yang seharusnya muncul bersama. Mengapa demikian? Paling sedikit ada dua alasan:

  1. Dalam hidup ini selalu ada saja hal-hal yang kita ragukan di tengah keyakinan dan kepercayaan kita. Hal-hal semacam itu harus secara jujur kita akui di hadapan Tuhan.
  2. Allah menentang orang yang congkak tetapi mengasihani orang yang rendah hati (Yakobus 4:6). Siapakah kita sehingga kita bisa tampil dengan sikap arogan dan congkak di hadapan Allah?

Di sinilah tema kita lalu menjadi menarik. Ada satu ungkapan dari seorang ayah yang anaknya dirasuk setan. Dalam beberapa terjemahan, ungkapan ini diucapkan sambil meneteskan air mata: “Aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini”. Si ayah ini belajar mempercayai Yesus namun ia harus mengakui bahwa ada hal-hal yang di luar jangkauan imannya. Hal-hal yang selalu membuatnya tidak percaya, ragu dan banyak lainnya.

 

Bukankah dalam pergumulan hidup kita, kadang kita juga mengalami situasi semacam ini? Kita sering mendengar bahwa iman itu harus yakin 100 %. Tetapi bagaimana kalau kita tidak mampu mencapai kondisi itu?  Puji Tuhan! Bahwa kasih karunia Allah jauh melampaui segala kekuatiran dan keraguan kita.

 

Lihatlah bagaimana Yesus menolong anak yang dirasuk setan itu. Yesus mengerti dan memahami segala keraguan sang ayah. Ia memahami segala keterbatasan imannya. Demikian juga dengan kita. Asalkan kita mau jujur dan rendah hati datang kepadaNya, maka kasih karunia Allah tetap terbuka buat kita.

 

RDj

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menderita Berulang?
    Ibrani 9:24-28
    Apakah Yesus harus berulang-ulang disalib karena dosa kita? Suatu kali seorang anak bertanya kepada ayahnya, “Apa itu Papa?” Papanya...
  • Jalan Serta Yesus
    Ulangan 6:1-9
    Adakah orang Kristen yang tidak berjalan bersama Tuhan Yesus? Seorang pengusaha muda Kristen yang sangat teguh prinsip Kristennya suatu...
  • Dari Keluarga Kepada Dunia (Pemulihan)
    Yeremia 31:7-9 dan Mazmur 126
    Pemulihan selalu mendatangkan kegembiraan. Syair ini menggambarkan pemulangan para buangan dari Babel ke negeri Israel (Yer 31: 7-9). Masa-masa...
  • Memperjuangkan Kepedulian
    Yesaya 53:4-12 dan Markus 10:35-45
    Keinginan untuk menjadi pusat perhatian menjadi begitu besar saat ini. Berbagai cara dan fasilitas saat ini membuat seseorang menjadi...
  • Memperjuangkan Keadilan
    Am. 5:6-7, 10-15 dan Mark. 10:17-31
    Pemulihan yang diharapkan datang dari Allah untuk umat Israel diberitakan dengan menyerukan perubahan sikap hidup. Amos mengkritisi perilaku tidak...
Kegiatan