Tuhan, Tolonglah Aku Yang Tidak Percaya Ini

Tuhan, Tolonglah Aku Yang Tidak Percaya Ini

Belum ada komentar 117 Views

Iman dan kerendah hatian adalah dua hal yang seharusnya muncul bersama. Mengapa demikian? Paling sedikit ada dua alasan:

  1. Dalam hidup ini selalu ada saja hal-hal yang kita ragukan di tengah keyakinan dan kepercayaan kita. Hal-hal semacam itu harus secara jujur kita akui di hadapan Tuhan.
  2. Allah menentang orang yang congkak tetapi mengasihani orang yang rendah hati (Yakobus 4:6). Siapakah kita sehingga kita bisa tampil dengan sikap arogan dan congkak di hadapan Allah?

Di sinilah tema kita lalu menjadi menarik. Ada satu ungkapan dari seorang ayah yang anaknya dirasuk setan. Dalam beberapa terjemahan, ungkapan ini diucapkan sambil meneteskan air mata: “Aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini”. Si ayah ini belajar mempercayai Yesus namun ia harus mengakui bahwa ada hal-hal yang di luar jangkauan imannya. Hal-hal yang selalu membuatnya tidak percaya, ragu dan banyak lainnya.

 

Bukankah dalam pergumulan hidup kita, kadang kita juga mengalami situasi semacam ini? Kita sering mendengar bahwa iman itu harus yakin 100 %. Tetapi bagaimana kalau kita tidak mampu mencapai kondisi itu?  Puji Tuhan! Bahwa kasih karunia Allah jauh melampaui segala kekuatiran dan keraguan kita.

 

Lihatlah bagaimana Yesus menolong anak yang dirasuk setan itu. Yesus mengerti dan memahami segala keraguan sang ayah. Ia memahami segala keterbatasan imannya. Demikian juga dengan kita. Asalkan kita mau jujur dan rendah hati datang kepadaNya, maka kasih karunia Allah tetap terbuka buat kita.

 

RDj

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Gereja Persahabatan
    3 Yohanes adalah surat yang ditulis oleh Yohanes untuk Gayus, sahabatnya. Ia menjadi salah satu tulisan dalam pustaka Yohanes...
  • demikian
    Perbuatlah Demikian
    Lukas 10:25-37
    Kisah “Orang Samaria yang murah hati” ini sangatlah terkenal. Setelah berkisah, Yesus bertanya kepada ahli Taurat yang mendengar-Nya, “Siapakah...
  • menjadi jawaban
    Menjadi Jawaban Atas Doa Kita Sendiri
    Lukas 10:2-3
    Setelah berujar, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit,” Yesus menasihati para murid-Nya untuk berdoa dan meminta kepada Allah, “Mintalah...
  • kenyamanan
    Melepaskan kenyamanan demi ketaatan
    Lukas 9:51-62
    Yustinus Favius dieksekusi mati oleh kaisar Markus Aurelius pada tahun 165 bersama 6 orang temannya. Dia percaya kematian di...
  • kasih karunia
    Allah Yang Sabar Dan Penuh Kasih Karunia
    Yesaya 65 :1-9
    Sebuah kisah tentang seorang petani mempunyai seorang anak yang tidak pernah membantu ayahnya bekerja di ladang mereka. Akibatnya ia...
Kegiatan