Tuhan, Tolonglah Aku Yang Tidak Percaya Ini

Tuhan, Tolonglah Aku Yang Tidak Percaya Ini

Belum ada komentar 312 Views

Iman dan kerendah hatian adalah dua hal yang seharusnya muncul bersama. Mengapa demikian? Paling sedikit ada dua alasan:

  1. Dalam hidup ini selalu ada saja hal-hal yang kita ragukan di tengah keyakinan dan kepercayaan kita. Hal-hal semacam itu harus secara jujur kita akui di hadapan Tuhan.
  2. Allah menentang orang yang congkak tetapi mengasihani orang yang rendah hati (Yakobus 4:6). Siapakah kita sehingga kita bisa tampil dengan sikap arogan dan congkak di hadapan Allah?

Di sinilah tema kita lalu menjadi menarik. Ada satu ungkapan dari seorang ayah yang anaknya dirasuk setan. Dalam beberapa terjemahan, ungkapan ini diucapkan sambil meneteskan air mata: “Aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini”. Si ayah ini belajar mempercayai Yesus namun ia harus mengakui bahwa ada hal-hal yang di luar jangkauan imannya. Hal-hal yang selalu membuatnya tidak percaya, ragu dan banyak lainnya.

 

Bukankah dalam pergumulan hidup kita, kadang kita juga mengalami situasi semacam ini? Kita sering mendengar bahwa iman itu harus yakin 100 %. Tetapi bagaimana kalau kita tidak mampu mencapai kondisi itu?  Puji Tuhan! Bahwa kasih karunia Allah jauh melampaui segala kekuatiran dan keraguan kita.

 

Lihatlah bagaimana Yesus menolong anak yang dirasuk setan itu. Yesus mengerti dan memahami segala keraguan sang ayah. Ia memahami segala keterbatasan imannya. Demikian juga dengan kita. Asalkan kita mau jujur dan rendah hati datang kepadaNya, maka kasih karunia Allah tetap terbuka buat kita.

 

RDj

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...