Tuhan, Tolonglah aku

Tuhan, Tolonglah aku

1 Komentar 35 Views

Injil Matius, sebagai injil yang sangat dekat dengan tradisi PL amat mengenal simbolisasi ‘air’ sebagai wujud kekacauan (chaos). Apalagi ketika air itu menjadi gelombang yang besar. Sungguh sebuah gambaran chaos yang membesar dan amat menakutkan. Saya membayangkan seperti sebuah krisis, ketika dimulai, dan eskalasi krisis itu makin lama makin besar. Sungguh menakutkan.

Bacaan kita hari ini dibuka dengan gambaran seperti itu, ditutup dengan pengakuan bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah. Sebuah ungkapan yang khas Matius, untuk menunjukkan Allah yang hadir dalam kasih karuniaNya melalui Yesus (bdk. Mt. 27:54). Di antara pembuka dan penutup kisah, adalah kisah Petrus yang memenuhi undangan Yesus untuk datang kepadaNya namun tenggelam. Petrus berteriak: ‘Tuhan tolonglah aku!’, lalu Yesus mengulurkan tanganNya dan menolong Petrus.

Melalui kisah ini kita belajar beberapa hal:

  1. Allah selalu hadir di tengah berbagai gelombang kehidupan yang mungkin akan atau sedang kita alami.
  2. Allah mengundang kita untuk menghadapi gelombang itu bersamaNya. Kita harus berani melangkah meskipun pijakan kita bagai air yang bergelora.
  3. Ketika kita mulai ragu, takut dan tenggelam, jangan ragu untuk memohon pertolonganNya: “Tuhan tolonglah aku!”

Kita patut bersyukur karena sobat kita yang setia, yaitu Yesus adalah ‘sungguh anak Allah’. Di dalam Dia kita boleh melihat Allah yang hadir dengan kasih karuniaNya dan selalu siap menolong kita. Perjalanan iman memang tidak selamanya mudah, tetapi ketika iman kita mulai goyah, janganlah ragu untuk berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”

 

RDj.

1 Comment

  1. MUTIARA ZEGA

    Khotbahnya bagus, memberiku kekuatan dalam menjalani hidup ini. sangat bener bahwa ditengah ombakpun TUHAN senantiasa bersama dengan kita. Thx EYO

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan