Terang Yang Terpancar

Terang Yang Terpancar

1 Komentar 24 Views

Sebuah pepatah Cina, yang kemudian menjadi terkenal setelah muncul dari mulut Eleanor Roosevelt, berbunyi, “Adalah lebih baik menyalakan sebuah lilin daripada mengutuki kegelapan.”” Kalimat bijak ini bukan hanya mencerminkan sebuah kebijakan sosial yang luar biasa, namun juga sebuah kedalaman spiritual yang sesuai dengan iman   Kristen. Acap kali, orang Kristen mengeluhkan “kegelapan,” memprotesnya, membencinya … mengutukinya. Dan tak jarang, kita melakukan sesuatu untuk memerangi kegelapan itu, justru dengan cara-cara yang lebih tepat dilakukan oleh mereka yang berada di dalam gelap itu.

Bukankah segala bentuk kekerasan atas nama agama sesungguhnya menjadi contoh bagaimana orang beragama—termasuk Kristen—kerap mengutuk dan memerangi kegelapan dengan cara-cara gelap pula? Dan dengan demikian, kita tidak menjadi bagian dari pemecahan masalah, namun malah menjadi bagian dari masalah itu sendiri.

Lebih dari itu, saya kuatir dualisme terang-gelap itu dipakai secara  berlebihan dan bahkan disalahgunakan untuk memisahkan manusia berdasarkan kelompok-kelompok agama, etnis atau perbedaan lain. Lantas dengan mudah kita berkata, “Kita terang, mereka gelap.”   Padahal, hidup manusia sungguh kompleks dan kerap kali paradoksal. Bukankah kita sungguh-sungguh harus memasuki relung batin kita dan menemukan bahwa ada sudut-sudut gelap di dalam hati kita.

Hanya dengan cara itu, kita dimampukan untuk berdoa agar terang Kristus menerangi hati kita. Sebuah kidung gubahan Bernadette Farrell, yang pernah dinyanyikan di salah satu ibadah Minggu kita, sangat tepat menunjukkan hal ini. Refreinnya akan saya kutip berikut ini:

Christ, be our light! Shine in our hearts.

Shine through the darkness.

Christ, be our light!

Shine in your church gathered today.

ja

1 Comment

  1. endiyas

    Puji Tuhan. Terima-kasih atas Firman Tuhan nya…., agar kita dapat hati2….Seperti dalam Amsal 17 : 13 – 14, nyalakan lilin Kristus dalam hati dan kehidupan kita. Amin.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Piramida Sungsang
    Piramida Sungsang
    Yeremia 11:18-20; Mazmur 54; Yakobus 3:13-4:3, 7-8; Markus 9:30-37
    “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?” (ay. 33). Itu pertanyaan yang Yesus ajukan ke para murid. Kedua...
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
Kegiatan