Terang Yang Terpancar

Terang Yang Terpancar

1 Komentar 22 Views

Sebuah pepatah Cina, yang kemudian menjadi terkenal setelah muncul dari mulut Eleanor Roosevelt, berbunyi, “Adalah lebih baik menyalakan sebuah lilin daripada mengutuki kegelapan.”” Kalimat bijak ini bukan hanya mencerminkan sebuah kebijakan sosial yang luar biasa, namun juga sebuah kedalaman spiritual yang sesuai dengan iman   Kristen. Acap kali, orang Kristen mengeluhkan “kegelapan,” memprotesnya, membencinya … mengutukinya. Dan tak jarang, kita melakukan sesuatu untuk memerangi kegelapan itu, justru dengan cara-cara yang lebih tepat dilakukan oleh mereka yang berada di dalam gelap itu.

Bukankah segala bentuk kekerasan atas nama agama sesungguhnya menjadi contoh bagaimana orang beragama—termasuk Kristen—kerap mengutuk dan memerangi kegelapan dengan cara-cara gelap pula? Dan dengan demikian, kita tidak menjadi bagian dari pemecahan masalah, namun malah menjadi bagian dari masalah itu sendiri.

Lebih dari itu, saya kuatir dualisme terang-gelap itu dipakai secara  berlebihan dan bahkan disalahgunakan untuk memisahkan manusia berdasarkan kelompok-kelompok agama, etnis atau perbedaan lain. Lantas dengan mudah kita berkata, “Kita terang, mereka gelap.”   Padahal, hidup manusia sungguh kompleks dan kerap kali paradoksal. Bukankah kita sungguh-sungguh harus memasuki relung batin kita dan menemukan bahwa ada sudut-sudut gelap di dalam hati kita.

Hanya dengan cara itu, kita dimampukan untuk berdoa agar terang Kristus menerangi hati kita. Sebuah kidung gubahan Bernadette Farrell, yang pernah dinyanyikan di salah satu ibadah Minggu kita, sangat tepat menunjukkan hal ini. Refreinnya akan saya kutip berikut ini:

Christ, be our light! Shine in our hearts.

Shine through the darkness.

Christ, be our light!

Shine in your church gathered today.

ja

1 Comment

  1. endiyas

    Puji Tuhan. Terima-kasih atas Firman Tuhan nya…., agar kita dapat hati2….Seperti dalam Amsal 17 : 13 – 14, nyalakan lilin Kristus dalam hati dan kehidupan kita. Amin.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan