Terang Yang Terpancar

Terang Yang Terpancar

1 Komentar 31 Views

Sebuah pepatah Cina, yang kemudian menjadi terkenal setelah muncul dari mulut Eleanor Roosevelt, berbunyi, “Adalah lebih baik menyalakan sebuah lilin daripada mengutuki kegelapan.”” Kalimat bijak ini bukan hanya mencerminkan sebuah kebijakan sosial yang luar biasa, namun juga sebuah kedalaman spiritual yang sesuai dengan iman   Kristen. Acap kali, orang Kristen mengeluhkan “kegelapan,” memprotesnya, membencinya … mengutukinya. Dan tak jarang, kita melakukan sesuatu untuk memerangi kegelapan itu, justru dengan cara-cara yang lebih tepat dilakukan oleh mereka yang berada di dalam gelap itu.

Bukankah segala bentuk kekerasan atas nama agama sesungguhnya menjadi contoh bagaimana orang beragama—termasuk Kristen—kerap mengutuk dan memerangi kegelapan dengan cara-cara gelap pula? Dan dengan demikian, kita tidak menjadi bagian dari pemecahan masalah, namun malah menjadi bagian dari masalah itu sendiri.

Lebih dari itu, saya kuatir dualisme terang-gelap itu dipakai secara  berlebihan dan bahkan disalahgunakan untuk memisahkan manusia berdasarkan kelompok-kelompok agama, etnis atau perbedaan lain. Lantas dengan mudah kita berkata, “Kita terang, mereka gelap.”   Padahal, hidup manusia sungguh kompleks dan kerap kali paradoksal. Bukankah kita sungguh-sungguh harus memasuki relung batin kita dan menemukan bahwa ada sudut-sudut gelap di dalam hati kita.

Hanya dengan cara itu, kita dimampukan untuk berdoa agar terang Kristus menerangi hati kita. Sebuah kidung gubahan Bernadette Farrell, yang pernah dinyanyikan di salah satu ibadah Minggu kita, sangat tepat menunjukkan hal ini. Refreinnya akan saya kutip berikut ini:

Christ, be our light! Shine in our hearts.

Shine through the darkness.

Christ, be our light!

Shine in your church gathered today.

ja

1 Comment

  1. endiyas

    Puji Tuhan. Terima-kasih atas Firman Tuhan nya…., agar kita dapat hati2….Seperti dalam Amsal 17 : 13 – 14, nyalakan lilin Kristus dalam hati dan kehidupan kita. Amin.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bertobat dan Percayalah
    Dalam pembacaan Injil minggu ini, Yesus mengatakan empat hal yang sangat tajam dan jelas. Dua yang pertama adalah pernyataan...
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...