Tatkala Kasih Tak Bisa Dihitung!

Tatkala Kasih Tak Bisa Dihitung!

Belum ada komentar 486 Views

Inti cerita Yohanes 12: 1-8, sebenarnya merupakan cerita kehidupan pelayanan Maria untuk Tuhan Yesus, imannya menggerakkan dan mempersiapkan sebuah minyak narwastu terbaik untuk Tuhan”. Ketulusan Maria dalam melayani Tuhan tidak usah kita pertanyakan lagi. Karena motif Maria jelas: “Tuhan terlebih dahulu mengasihiku, maka harta terbaik-ku pun akan kuberikan kepada Dia”.

Bagaimana dengan Yudas? Yudas mempunyai perspektif yang lain, dia mencibir Maria, bukan hati Maria yang ia lihat, namun barang (objek) minyak narwastu yang ia permasalahkan. Yudas mempunyai motif yang cukup masuk akal secara kemanusiaan: “Daripada barang tersebut diurapkan kepada Yesus, lebih baik minyak tersebut diberikan kepada orang miskin.” Pertikaian-pun terjadi oleh karena tindakan Maria, Yudas akhirnya berhasil memprovokasi seluruh tamu, termasuk para murid yang lain di dalam pesta Simon untuk: “mempertanyakan minyak narwastu Maria” dan bukannya “motif Maria“ melakukan hal tersebut! (perhatikan kalimat di atas ini dengan jelas)

Tatkala Kasih tak bisa dihitung! Yudas seharusnya melakukan introspeksi diri: “dia mencela Maria namun dia tidak pernah berkaca, bahwa selama mengikut Yesus, Yudas tidak pernah memberikan persembahan yang terbaik! Jangankan minyak, arti balas-budi saja tidak pernah dikenalnya! Justru dengan mulut dan ciuman maut, dialah yang telah mengkhianati Gurunya sendiri dengan 30 keping perak (Mat. 26:15). Bahkan sejujurnya, Yudas Iskarot yang tidak mengetahui arti kemanusiaan dalam kesehariannya dibandingkan Maria.

“Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan Mammon”(Mat. 6:24; Luk. 16:13). Bahkan mengukur kasih kita kepada Allah dengan uang. Hal ini juga berlaku bagi semua anak-anak Tuhan! “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman ‘Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibr. 13:5). Disinilah tantangan hidup sebagai anak-anak Tuhan yang sebenarnya diuji! Mampukah kita melakukan hal tersebut? Biarlah waktu yang menjawabnya. Tuhan Memberkati. © [AY]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
  • segenap hati
    Dengan Segenap Hati?
    Yohanes 12:20-33
    Saat saya studi, saya bertemu dengan seorang pemimpin aliran UU. “Jadi, siapa Tuhan Yesus menurut aliranmu?” “Yesus itu, Guru...
Kegiatan