Tatkala Kasih Tak Bisa Dihitung!

Tatkala Kasih Tak Bisa Dihitung!

Belum ada komentar 437 Views

Inti cerita Yohanes 12: 1-8, sebenarnya merupakan cerita kehidupan pelayanan Maria untuk Tuhan Yesus, imannya menggerakkan dan mempersiapkan sebuah minyak narwastu terbaik untuk Tuhan”. Ketulusan Maria dalam melayani Tuhan tidak usah kita pertanyakan lagi. Karena motif Maria jelas: “Tuhan terlebih dahulu mengasihiku, maka harta terbaik-ku pun akan kuberikan kepada Dia”.

Bagaimana dengan Yudas? Yudas mempunyai perspektif yang lain, dia mencibir Maria, bukan hati Maria yang ia lihat, namun barang (objek) minyak narwastu yang ia permasalahkan. Yudas mempunyai motif yang cukup masuk akal secara kemanusiaan: “Daripada barang tersebut diurapkan kepada Yesus, lebih baik minyak tersebut diberikan kepada orang miskin.” Pertikaian-pun terjadi oleh karena tindakan Maria, Yudas akhirnya berhasil memprovokasi seluruh tamu, termasuk para murid yang lain di dalam pesta Simon untuk: “mempertanyakan minyak narwastu Maria” dan bukannya “motif Maria“ melakukan hal tersebut! (perhatikan kalimat di atas ini dengan jelas)

Tatkala Kasih tak bisa dihitung! Yudas seharusnya melakukan introspeksi diri: “dia mencela Maria namun dia tidak pernah berkaca, bahwa selama mengikut Yesus, Yudas tidak pernah memberikan persembahan yang terbaik! Jangankan minyak, arti balas-budi saja tidak pernah dikenalnya! Justru dengan mulut dan ciuman maut, dialah yang telah mengkhianati Gurunya sendiri dengan 30 keping perak (Mat. 26:15). Bahkan sejujurnya, Yudas Iskarot yang tidak mengetahui arti kemanusiaan dalam kesehariannya dibandingkan Maria.

“Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan Mammon”(Mat. 6:24; Luk. 16:13). Bahkan mengukur kasih kita kepada Allah dengan uang. Hal ini juga berlaku bagi semua anak-anak Tuhan! “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman ‘Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibr. 13:5). Disinilah tantangan hidup sebagai anak-anak Tuhan yang sebenarnya diuji! Mampukah kita melakukan hal tersebut? Biarlah waktu yang menjawabnya. Tuhan Memberkati. © [AY]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • burung pipit
    Dua Ekor Burung Pipit Seduit
    “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar...
  • Kesayangan Allah
    Harta Kesayangan Allah
    Keluaran 19:2-8
    Periode embara Israel di padang gurun berlangsung selama 40 tahun. Berbeda dari anggapan popular bahwa periode ini berisi penderitaan...
  • amanat agung
    Amanat Agung?
    Matius 28:16-20
    Bacaan kita dari Matius 28:16-20 secara popular dikenal sebagai Amanat Agung (the Great Commandment). Tak jelas dari mana asal...
  • roh kudus
  • Kristus yang Bangkit Memersatukan
    Yohannes 17:1-17
    “Supaya mereka semua menjadi satu” Banyak orang suka berdoa. Tetapi model komunikasi seperti apa yang kita lakukan kepada Tuhan?...
Kegiatan