Tatkala Kasih Tak Bisa Dihitung!

Tatkala Kasih Tak Bisa Dihitung!

Belum ada komentar 545 Views

Inti cerita Yohanes 12: 1-8, sebenarnya merupakan cerita kehidupan pelayanan Maria untuk Tuhan Yesus, imannya menggerakkan dan mempersiapkan sebuah minyak narwastu terbaik untuk Tuhan”. Ketulusan Maria dalam melayani Tuhan tidak usah kita pertanyakan lagi. Karena motif Maria jelas: “Tuhan terlebih dahulu mengasihiku, maka harta terbaik-ku pun akan kuberikan kepada Dia”.

Bagaimana dengan Yudas? Yudas mempunyai perspektif yang lain, dia mencibir Maria, bukan hati Maria yang ia lihat, namun barang (objek) minyak narwastu yang ia permasalahkan. Yudas mempunyai motif yang cukup masuk akal secara kemanusiaan: “Daripada barang tersebut diurapkan kepada Yesus, lebih baik minyak tersebut diberikan kepada orang miskin.” Pertikaian-pun terjadi oleh karena tindakan Maria, Yudas akhirnya berhasil memprovokasi seluruh tamu, termasuk para murid yang lain di dalam pesta Simon untuk: “mempertanyakan minyak narwastu Maria” dan bukannya “motif Maria“ melakukan hal tersebut! (perhatikan kalimat di atas ini dengan jelas)

Tatkala Kasih tak bisa dihitung! Yudas seharusnya melakukan introspeksi diri: “dia mencela Maria namun dia tidak pernah berkaca, bahwa selama mengikut Yesus, Yudas tidak pernah memberikan persembahan yang terbaik! Jangankan minyak, arti balas-budi saja tidak pernah dikenalnya! Justru dengan mulut dan ciuman maut, dialah yang telah mengkhianati Gurunya sendiri dengan 30 keping perak (Mat. 26:15). Bahkan sejujurnya, Yudas Iskarot yang tidak mengetahui arti kemanusiaan dalam kesehariannya dibandingkan Maria.

“Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan Mammon”(Mat. 6:24; Luk. 16:13). Bahkan mengukur kasih kita kepada Allah dengan uang. Hal ini juga berlaku bagi semua anak-anak Tuhan! “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman ‘Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibr. 13:5). Disinilah tantangan hidup sebagai anak-anak Tuhan yang sebenarnya diuji! Mampukah kita melakukan hal tersebut? Biarlah waktu yang menjawabnya. Tuhan Memberkati. © [AY]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • pemulihan telah dinyatakan
    Pemulihan Telah Dinyatakan, Sambutlah!
    Yesaya 65:17-25; Lukas 24:1-12
    Pada waktu renungan ini saya susun, pemilihan umum belum terjadi. Apapun hasilnya dan siapapun yang terpilih, sebuah pertanyaan besar...
  • Menyatu Bersama Kristus
    Filipi 2:5-11; Lukas 22:14-23:56
    Kita itu berbeda. Cara pikir kita beda. Karakter beda. Dan banyak perbedaan lainnya. Itulah yang disebut ‘unik’. Manusia itu...
  • Terarah pada kristus
    Terarah pada Kristus
    Fil. 3:4-14; Yoh. 12:1-8
    Bagaimana memahami kata ‘terarah pada Kristus’? Syukurlah rasul Paulus membantu kita. Dalam Filipi 3:7 rasul Paulus menceritakan bagaimana keterarahannya...
  • Berdamai dengan Allah dan Sesama
    Luk. 15:1-3, 11-32
    Apakah yang melegakan seseorang untuk dapat menikmati hidupnya? Dibebaskan dari rasa bersalah dan merasakan bahwa Allah memperkenankan dirinya. Rasa...
  • dengarkanlah
    DENGARKANLAH DIA dan IA MEMBIMBINGMU
    Yes. 55:1-9; Mzm. 63:2-9; 1Kor. 10:1-13; Luk. 13:1-9
    Mendengarkan adalah tindakan yang membutuhkan perhatian untuk membuka diri memahami apa yang dimaksud. Tindakan ini tidak mudah. Pertama-tama kita...
Kegiatan