Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan

Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan

Belum ada komentar 112 Views

Respon yang seringkali muncul ketika kita mendengar kabar yang merugikan atau keadaan yang menyulitkan kita adalah menolak. Hal ini wajar saja. Ketika Maria diberitahu akan mengandung sementara ia sendiri belum sah sebagai seorang istri, tentu saja membuat Maria merasa dirugikan. Ia bisa dicap sebagai perempuan sundal, dan sebagai perempuan sundal berarti dia harus rela disingkirkan dari “peradaban” sosial, harus rela direndahkan dan dilecehkan, harus rela selalu menjadi kambing hitam dalam permasalahan sosial. Kemudian bagaimana dengan”nasib” anak yang akan lahir nanti? Ia akan dicap sebagai anak sundal! Uuh, sungguh keadaan yang sangat tidak menguntungkan. Tidak ada seorangpun yang mau diletakkan dalam posisi seperti itu.

Rangkaian pertanyaan dapat saja muncul dari Maria; mengapa malaikat tidak menyuruh agar menikah dulu secara sah dengan Yusuf dengan catatan tidak melakukan hubungan terlebih dahulu? Apakah Allah memang harus memilih aku untuk menempati posisi seperti itu? Tidak adakah orang lain? Seperti Maria, kita barangkali juga pernah ditempatkan pada posisi yang sulit. Saat ada PHK besar-besaran di tempat kita bekerja karena pailit dan harus mengurangi sebagian karyawannya, mungkin kita bertanya “Mengapa justru aku yang ‘kebagian’ PHK, sehingga statusku menjadi pengangguran dan aku jadi laki-laki yang menyengsarakan anak-istriku?” Begitu juga ketika mendapat tugas yang lebih sulit atau mengalami pergumulan hidup yang lebih berat dari orang lain, bagaimana respon kita?

Respon Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Ia tidak menolak atas keadaan yang dia alami, ia juga tidak berontak terhadap “keputusan” Allah terhadap hidupnya. Ia taat dan tunduk pada rencana Allah. Mengapa Maria dapat memberi respon seperti itu?:

  1. Maria menyadari sepenuhnya penyertaan Roh Kudus (ay.35).
  2. Maria telah melihat karya Allah yang telah terjadi di masa yang lalu(ay.36).
  3. Maria menyadari kemahakuasaan Allah di luar kuasanya sendiri (ay.37)

Siapkah kita menghadapi keadaan yang sulit dalam hidup kita dengan menyadari ketiga hal di atas, seperti Maria?

 

HK

 

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sekolah kehidupan
    Sekolah Kehidupan: Tuhanlah Gembalaku!
    Mazmur 23:1 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Apakah saudara pernah merasa sendirian dan kesepian? Daud pernah mengalaminya. Hal yang paling tidak mudah dilalui oleh seorang adalah...
  • pulihkan
    Sekolah Kehidupan: Tuhan Pulihkanku!
    Mazmur 80:3
    Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. Bagaimana mungkin wajah Tuhan bersinar kepada kita jika...
  • sekolah kehidupan
    Keluarga: SEKOLAH KEHIDUPAN
    Filipi 2:5
    hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Bagaimana mungkin kita dapat...
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
Kegiatan