Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan

Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan

Belum ada komentar 179 Views

Respon yang seringkali muncul ketika kita mendengar kabar yang merugikan atau keadaan yang menyulitkan kita adalah menolak. Hal ini wajar saja. Ketika Maria diberitahu akan mengandung sementara ia sendiri belum sah sebagai seorang istri, tentu saja membuat Maria merasa dirugikan. Ia bisa dicap sebagai perempuan sundal, dan sebagai perempuan sundal berarti dia harus rela disingkirkan dari “peradaban” sosial, harus rela direndahkan dan dilecehkan, harus rela selalu menjadi kambing hitam dalam permasalahan sosial. Kemudian bagaimana dengan”nasib” anak yang akan lahir nanti? Ia akan dicap sebagai anak sundal! Uuh, sungguh keadaan yang sangat tidak menguntungkan. Tidak ada seorangpun yang mau diletakkan dalam posisi seperti itu.

Rangkaian pertanyaan dapat saja muncul dari Maria; mengapa malaikat tidak menyuruh agar menikah dulu secara sah dengan Yusuf dengan catatan tidak melakukan hubungan terlebih dahulu? Apakah Allah memang harus memilih aku untuk menempati posisi seperti itu? Tidak adakah orang lain? Seperti Maria, kita barangkali juga pernah ditempatkan pada posisi yang sulit. Saat ada PHK besar-besaran di tempat kita bekerja karena pailit dan harus mengurangi sebagian karyawannya, mungkin kita bertanya “Mengapa justru aku yang ‘kebagian’ PHK, sehingga statusku menjadi pengangguran dan aku jadi laki-laki yang menyengsarakan anak-istriku?” Begitu juga ketika mendapat tugas yang lebih sulit atau mengalami pergumulan hidup yang lebih berat dari orang lain, bagaimana respon kita?

Respon Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Ia tidak menolak atas keadaan yang dia alami, ia juga tidak berontak terhadap “keputusan” Allah terhadap hidupnya. Ia taat dan tunduk pada rencana Allah. Mengapa Maria dapat memberi respon seperti itu?:

  1. Maria menyadari sepenuhnya penyertaan Roh Kudus (ay.35).
  2. Maria telah melihat karya Allah yang telah terjadi di masa yang lalu(ay.36).
  3. Maria menyadari kemahakuasaan Allah di luar kuasanya sendiri (ay.37)

Siapkah kita menghadapi keadaan yang sulit dalam hidup kita dengan menyadari ketiga hal di atas, seperti Maria?

 

HK

 

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Piramida Sungsang
    Piramida Sungsang
    Yeremia 11:18-20; Mazmur 54; Yakobus 3:13-4:3, 7-8; Markus 9:30-37
    “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?” (ay. 33). Itu pertanyaan yang Yesus ajukan ke para murid. Kedua...
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
Kegiatan