Sambutlah Kristus

Belum ada komentar 35 Views

Bulan Budaya dilakukan setiap 2 tahun sekali di GKI Pondok Indah. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar warga jemaat diingatkan bahwa GKI hidup di tengah komunitas yang beragam di Indonesia, salah satunya beragam suku bangsa.

Tahun ini, keragaman yang diangkat bukanlah keragaman suku bangsa, tetapi lebih pada keragaman antar Generasi. Dari teori Generasi Graeme Codrington dan Sue Grant-Marshall, ada 5 Generasi manusia yang ada berdasarkan tahun kelahirannya.

Bagaimana 5 generasi ini bisa hidup bersama dengan harmonis tentu merupakan PR tersendiri bagi kita. Kolose mengingatkan kita bahwa Kristuslah alasan kita menyambut sesama. Dengan Kristus menyambut kita dan kita menyambut Kristus, kita belajar untuk meneruskan kasih itu kepada sesama.

Jadi,

  1. Sudahkah kita mengenakan manusia baru bersama Kristus yang sudah menyambut kita?
  2. Sudahkah kita tersenyum kepada sesama hari ini dengan hati yang siap menyambut mereka?

#All are welcome: Kita berbeda, kita berharga
Riajos19

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Belalah Hakku!
    Hak dan kewajiban selalu menjadi satu rangkaian tak terpisahkan. Katakanlah anak memiliki hak untuk dididik dengan baik, pada saat...
  • Ruang
    Rangkullah dan Beri Ruang!
    Seorang teman berujar bahwa dunia ini semakin sempit. Sumber daya terbatas, pekerjaan terbatas, dan semua serba terbatas. Perkataannya itu...
  • Tanpa Pamrih
    Aksi Cinta Tanpa Pamrih
    Mungkinkah ada cinta tanpa pamrih? Beberapa orang mengatakan bahwa cinta yang tulus adalah cinta tanpa pamrih. Sebagian lainnya mengatakan...
  • Rasa cukup
    Rasa Cukup Dan Hidup Yang Kekal
    Amos 6:1, 4-7; Mazmur 146; I Timotius 6: 6-19; Lukas 16: 19-31
    Tidak ada yang menyangkal bahwa setiap manusia hanya memiliki kehidupan yang sementara di dunia ini, karena suatu ketika ia...
  • keselamatan
    Keselamatan Universal atau Partikular ?
    I Timotius 2: 1-7
    Keselamatan bagi semua orang terjadi ketika manusia Kristus Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia (ay.6). Rasul Paulus...
Kegiatan