Saatnya Membuka Kerudung

Keluaran 34:29-35

Belum ada komentar 30 Views

Minggu ini adalah minggu transfigurasi. Minggu Transfigurasi merujuk pada peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung saat bertemu dengan Musa dan Elia. Kata Transfigurasi itu sendiri berarti berubah rupa, metamorphosis. Peristiwa ini dicatat oleh Lukas bagaimana Yesus berubah rupa dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau (Luk.9:29). Kemudian tampaklah Musa dan Elia yang berbicara dengan Yesus. Pembicaraan mereka tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem (ayat 31).

Peristiwa ini dekat dengan perjalanan Yesus yang semakin dekat dengan Yerusalem dan itu artinya semakin dekat dengan penderitaan dan kematian. Misi karya keselamatan-Nya akan digenapi lewat jalan salib. Kemuliaan yang akan diraih Yesus bukan lewat elukan dan sorak sorai namun lewat jalan sepi dalam penderitaan dan kematian. Peristiwa Transfigurasi menegaskan sekali lagi siapakah Yesus yaitu Anak yang Allah pilih untuk mengerjakan misi Bapa. Nampaknya hal ini berbeda dengan pemahaman Petrus sehingga ia menawarkan untuk mempertahankan peristiwa pemuliaan itu lebih lama. Peristiwa perubahan rupa juga terjadi di Keluaran 34:29-35 pada saat Musa turun dari gunung Sinai dengan membawa kedua loh hukum Allah. Setelah Musa berbicara dengan umat, ia menggunakan selubung dan menanggalkannya pada saat bicara pada Allah. Perjumpaan Musa dengan Allah memberikan pengertian dan pemahaman bagaimana seharusnya umat hidup yaitu melakukan perintah Allah.

Membuka kerudung sehingga tidak ada lagi yang menghalangi. Semua nampak menjadi jelas dilihat. Sesungguhnya demikianlah hidup umat Allah. Umat menerima pengertian dan pemahaman apa yang dikehendaki Allah. Karya keselamatan Allah nampak dinyatakan dalam hidup ini. Dengan demikian usaha untuk menghidupi kehendak Allah akan membawa perubahan di dalam hidup kita yang terlihat dan dirasakan. Tentu memperlihatkan di sini tidak diartikan dipamerkan namun suatu akibat dari upaya yang diperjuangkan. Tidak ada lagi selubung, kehendak Tuhan nyata diwujudkan dalam kehidupan. Karya keselamatan itu jelas diberitakan Yesus lewat hidup, kematian, dan kebangkitan-Nya. Karya keselamatan itu juga harus dengan jelas diberitakan dan diwujudkan dalam kehidupan masa kini.

Dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • berdosa
    Aku lah yang paling berdosa
    I Timotius 1: 12-17
    Baru-baru ini banyak orang dikejutkan oleh berita media sosial yang mengungkap tentang seorang sarjana S2 dari perguruan tinggi negeri...
  • Madu atau Racun ?
    Ulangan 30: 15-20
    Dalam perjalanan umat Tuhan memasuki “tanah perjanjian” Musa mengingatkan bahwa mereka sedang dihadapkan pada sebuah pilihan kehidupan atau kematian,...
  • Semakin serupa seperti Kristus
    Thomas Kempis dalam bukunya “Imitatio Christi”, memulai dengan mengutip Yoh.8:12 “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan...
  • sambut
    Sambutlah Sesamamu
    Lukas 13:10-17
    Setelah mengalami pembuangan, Bangsa Israel hidup kembali di Palestina dan Yerusalem. Nubuat dalam Kitab Yesaya ini memberi pengharapan akan...
  • lemah
    Sambutlah Yang Lemah
    Ibrani. 11:29-12:2
    Saya pernah dipukul oleh kakak pertama saya pada waktu saya kecil. “Kamu pikir saya sansak?” Dia bukan marah atau...
Kegiatan