Roh Membangkitkan Iman dan Mendorong Cara Hidup Kudus

Roh Membangkitkan Iman dan Mendorong Cara Hidup Kudus

Belum ada komentar 25 Views

Pergamus, yang berarti “tempat ketinggian,” adalah sebuah kota di daerah perbukitan yang sangat maju pada masanya. Di sana didirikan perpustakaan terbesar di dunia dan dapat dijumpai sebuah teater raksasa yang sangat termashyur. Moralitas penduduk kota ini ternyata tak berbanding lurus dengan kemajuan peradaban yang dimilikinya. Itu sebabnya, bacaan itu mencatat kota ini sebagai “tempat takhta Iblis” dan tempat “di mana Iblis diam” (ay. 13).

Di tengah situasi semacam itu, jemaat Kristen menjadi kelompok minoritas yang terasing dan ditindas. Antipas, pemimpin jemaat Pergamus (ay. 13), dikenal di dalam sejarah gereja sebagai seorang martir yang mati terpanggang di dalam sebuah tunggu berbentuk kerbau yang terbuat dari perunggu, dengan api yang dipanaskan di bawahnya. “Kerbau pemanggang” itu didisain begitu rupa hingga asap yang keluar tampak bagaikan asap persembahan bagi dewa-dewi; sedang tanduknya dirancang sedemikian rupa hingga dapat mengubah suara teriakan orang yang berada di dalamnya menjadi seperti musik yang melengking. Dan itulah yang terjadi atas Antipas.

Agaknya, penderitaan yang amat-sangat membuat sebagian anggota jemaat berbalik dari iman mereka. Untuk itu pesan Roh kepada jemaat Pergamus sangat sederhana namun tegas: bertobatlah! (ay. 16).

Memang, tak jarang, kemajuan perabadan dan imoralitas berjalan beriringan. Dan umat Kristen terombang-ambing di tengah-tengahnya. Begitu mudah terseret; begitu sukar bertahan. Hanya kekuatan Roh Kudus sajalah yang dapat membuat kita bertahan … hingga akhir.

 

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan