Roh Kudus Memerdekakan

Roh Kudus Memerdekakan

Belum ada komentar 245 Views

Seorang anak remaja berangkat pada suatu sore menuju tempat kursus bahasa Inggris, berbekal pesan dari ibunya untuk langsung pulang seusai kursus. Sekitar jam setengah enam kursus selesai. Sebelum pulang beberapa temannya mengajaknya untuk berjalan-jalan sebentar di mall di seberang tempat kursus. Maka pilihan bagi si remaja hanyalah menaati atau melanggar pesan ibunya tadi.

Bila ia memilih untuk menaati ibunya, tentunya itulah yang mestinya terjadi. Namun ternyata “taat” dengan “taat” bisa berbeda. Bergantung pada “mengapa taat” atau motivasi dari ketaatan itu. Ia bisa taat karena “takut” pada hukuman ibunya bila melanggar pesan beliau. Atau ia taat karena ia tidak mau membuat ibunya cemas menunggu-nunggu kepulangannya. Ia taat karena ia mencintai ibunya, yang ia tahu amat mencintainya dan sangat dicintainya. Inilah inti dari apa yang dikatakan Paulus dalam ayat 17: “…di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.”

Roh Allah tidak menjadikan orang terbelenggu dan takut, seperti orang Israel yang diperhamba Hukum Taurat. Roh Allah membebaskan orang dari belenggu itu, dan menempatkannya pada kehidupan yang merdeka dalam naungan Roh dan kasih-Nya. Seperti pada si remaja tadi, Roh menuntun kepada ketaatan karena kasih. Kasih dari dan kepada Tuhan, kasih dari dan kepada sesama, serta “kasih” kepada alam ciptaan-Nya.

Roh Allah tidak menjadikan kita tidak berdaya, bergantung, tidak punya inisiatif, takut melakukan kesalahan. Sebaliknya, Roh Allah memerdekakan dan memberdayakan kita, menjadikan kita bersyukur, kreatif, tidak selalu menunggu, bahkan berani menanggung resiko, demi kasih kepada Tuhan dan sesama.

Beribadah, mengasihi, melayani, berbuat dan bersikap baik, bukan karena takut hukuman, tetapi karena merdeka, sehingga dengan sadar memilih untuk melakukannya. Kita?

 

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan