Ritual Yang Menciptakan Ruang Bagi Allah

Ritual Yang Menciptakan Ruang Bagi Allah

Belum ada komentar 11 Views

Tindakan Marta dan Maria menggambarkan pola yang muncul dalam jemaat gereja Tuhan pada umumnya yaitu sikap gereja yang sangat kaku berpegang pada tradisionalisme dan ritualisme dan kering dengan pengalaman yang personal dengan Tuhan dan sikap gereja yang terlalu menonjolkan pengalaman personal dengan Tuhan tanpa mengindahkan nilai-nilai tradisi dan prinsip ritual yang seharusnya. Dalam konteks ini di manakah jemaat kita berada?

Kedua sikap tersebut sebenarnya bukan pilihan yang terbaik menurut pandangan Tuhan. Sebab pada hakikatnya Tuhan menghendaki suatu ibadah yang tidak bercela, kudus dan benar; tetapi juga Tuhan menghendaki agar jemaatNya mengedepankan kepedulian dan mampu bersikap adil  serta kasih kepada sesamanya. Sikap ibadah dan praktek hidup sehari-hari haruslah senantiasa integral.

Gereja Tuhan seharusnya tidak terlalu sibuk menawarkan berbagai hidangan rohani dengan menu utama berupa peraturan dan nilai-nilai tradisi serta ritual; Sebaliknya melalui ritual dan tradisinya gereja tertantang untuk menyediakan waktu dan tempat, dimana jemaat mampu mengalami perjumpaan yang sangat pribadi dengan Kristus. Dengan demikian umat Tuhan mampu bersikap adil dan konsisten dalam membela setiap orang tertindas. Sikap inilah yang dikehendaki oleh Tuhan. Sebab sikap ini menunjukkan makna “mempermuliakan nama Tuhan” yang bukan hanya terjadi dalam ritual liturgis, tetapi juga nyata dalam kehidupan sehari-hari  bersama dengan sesamanya.

Mau kah saudara memilih yang terbaik sebagaimana Maria telah melakukannya? Ataukah kita lebih mencenderung menjadi gereja yang sangat sibuk seperti Marta dengan berbagai peraturan, adat-istiadat, dan ritualisme tetapi pada sisi lain kita menjadi pribadi yang kurang hangat dalam kasih dengan Allah dan sesama kita? Amin.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
Kegiatan