Ritual Yang Menciptakan Ruang Bagi Allah

Ritual Yang Menciptakan Ruang Bagi Allah

Belum ada komentar 5 Views

Tindakan Marta dan Maria menggambarkan pola yang muncul dalam jemaat gereja Tuhan pada umumnya yaitu sikap gereja yang sangat kaku berpegang pada tradisionalisme dan ritualisme dan kering dengan pengalaman yang personal dengan Tuhan dan sikap gereja yang terlalu menonjolkan pengalaman personal dengan Tuhan tanpa mengindahkan nilai-nilai tradisi dan prinsip ritual yang seharusnya. Dalam konteks ini di manakah jemaat kita berada?

Kedua sikap tersebut sebenarnya bukan pilihan yang terbaik menurut pandangan Tuhan. Sebab pada hakikatnya Tuhan menghendaki suatu ibadah yang tidak bercela, kudus dan benar; tetapi juga Tuhan menghendaki agar jemaatNya mengedepankan kepedulian dan mampu bersikap adil  serta kasih kepada sesamanya. Sikap ibadah dan praktek hidup sehari-hari haruslah senantiasa integral.

Gereja Tuhan seharusnya tidak terlalu sibuk menawarkan berbagai hidangan rohani dengan menu utama berupa peraturan dan nilai-nilai tradisi serta ritual; Sebaliknya melalui ritual dan tradisinya gereja tertantang untuk menyediakan waktu dan tempat, dimana jemaat mampu mengalami perjumpaan yang sangat pribadi dengan Kristus. Dengan demikian umat Tuhan mampu bersikap adil dan konsisten dalam membela setiap orang tertindas. Sikap inilah yang dikehendaki oleh Tuhan. Sebab sikap ini menunjukkan makna “mempermuliakan nama Tuhan” yang bukan hanya terjadi dalam ritual liturgis, tetapi juga nyata dalam kehidupan sehari-hari  bersama dengan sesamanya.

Mau kah saudara memilih yang terbaik sebagaimana Maria telah melakukannya? Ataukah kita lebih mencenderung menjadi gereja yang sangat sibuk seperti Marta dengan berbagai peraturan, adat-istiadat, dan ritualisme tetapi pada sisi lain kita menjadi pribadi yang kurang hangat dalam kasih dengan Allah dan sesama kita? Amin.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sekolah kehidupan
    Sekolah Kehidupan: Tuhanlah Gembalaku!
    Mazmur 23:1 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Apakah saudara pernah merasa sendirian dan kesepian? Daud pernah mengalaminya. Hal yang paling tidak mudah dilalui oleh seorang adalah...
  • pulihkan
    Sekolah Kehidupan: Tuhan Pulihkanku!
    Mazmur 80:3
    Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. Bagaimana mungkin wajah Tuhan bersinar kepada kita jika...
  • sekolah kehidupan
    Keluarga: SEKOLAH KEHIDUPAN
    Filipi 2:5
    hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Bagaimana mungkin kita dapat...
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
Kegiatan