Ritual Yang Menciptakan Ruang Bagi Allah

Ritual Yang Menciptakan Ruang Bagi Allah

Belum ada komentar 20 Views

Tindakan Marta dan Maria menggambarkan pola yang muncul dalam jemaat gereja Tuhan pada umumnya yaitu sikap gereja yang sangat kaku berpegang pada tradisionalisme dan ritualisme dan kering dengan pengalaman yang personal dengan Tuhan dan sikap gereja yang terlalu menonjolkan pengalaman personal dengan Tuhan tanpa mengindahkan nilai-nilai tradisi dan prinsip ritual yang seharusnya. Dalam konteks ini di manakah jemaat kita berada?

Kedua sikap tersebut sebenarnya bukan pilihan yang terbaik menurut pandangan Tuhan. Sebab pada hakikatnya Tuhan menghendaki suatu ibadah yang tidak bercela, kudus dan benar; tetapi juga Tuhan menghendaki agar jemaatNya mengedepankan kepedulian dan mampu bersikap adil  serta kasih kepada sesamanya. Sikap ibadah dan praktek hidup sehari-hari haruslah senantiasa integral.

Gereja Tuhan seharusnya tidak terlalu sibuk menawarkan berbagai hidangan rohani dengan menu utama berupa peraturan dan nilai-nilai tradisi serta ritual; Sebaliknya melalui ritual dan tradisinya gereja tertantang untuk menyediakan waktu dan tempat, dimana jemaat mampu mengalami perjumpaan yang sangat pribadi dengan Kristus. Dengan demikian umat Tuhan mampu bersikap adil dan konsisten dalam membela setiap orang tertindas. Sikap inilah yang dikehendaki oleh Tuhan. Sebab sikap ini menunjukkan makna “mempermuliakan nama Tuhan” yang bukan hanya terjadi dalam ritual liturgis, tetapi juga nyata dalam kehidupan sehari-hari  bersama dengan sesamanya.

Mau kah saudara memilih yang terbaik sebagaimana Maria telah melakukannya? Ataukah kita lebih mencenderung menjadi gereja yang sangat sibuk seperti Marta dengan berbagai peraturan, adat-istiadat, dan ritualisme tetapi pada sisi lain kita menjadi pribadi yang kurang hangat dalam kasih dengan Allah dan sesama kita? Amin.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...