Perjumpaan yang Menjadikan Hidup Utuh

Yesaya 61:10-62:3; Mazmur 148; Galatia 4:4-7; Lukas 2:22-40

Belum ada komentar 226 Views

Simeon dan Hanna benar-benar mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan. Mereka berdua siap dan sedang berdiri ketika Yesus dibawa masuk ke Bait Allah. Simeon menyambut Bayi Yesus dan menatang-Nya sambil memuji Allah: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu berpulang dalam damai sesuai dengan firman-Mu”. Hanna, yang pada waktu itu juga sedang berada di Bait Allah “mengucap syukur kepada Tuhan dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan pembebasan Yerusalem”.

Simeon dan Hanna “mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik”. Atas bimbingan Roh Kudus, mereka berdua diberikan kemampuan untuk mengenali Mesias. Perjumpaan ini lah yang telah menjadikan hidup Simeon dan Hanna menjadi utuh seperti yang diharapkannya.

Menarik untuk diperhatikan bahwa Simeon dan Hanna berpegang erat pada pengharapan bukan sekedar optimisme, yang menginginkan bahwa semua hal dalam hidup ini akan menjadi baik, misalnya masalah ekonomi, politik, hubungan antar pribadi dll. Melalui pengharapannya, Simeon yakin bahwa Tuhan akan melaksanakan janji-Nya kepada kita dan dengan demikian membawa kita kepada kemerdekaan yang sejati.

Seorang optimis berbicara mengenai hal-hal yang konkret di masa depan. Seorang yang berharap menghayati hidup kini dan di sini, dengan keyakinan bahwa segala sesuatu dalam hidup ini berada di tangan Tuhan.

Simeon seperti juga pada diri Abraham, Musa, Ruth, semua hidup dengan pengharapan besar dalam diri mereka. Harapan itu menuntun mereka menuju masa depan. Mereka tidak merasa perlu tahu dengan pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Marilah kita hidup berdasarkan harapan.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • lemah
    Sambutlah Yang Lemah
    Ibrani. 11:29-12:2
    Saya pernah dipukul oleh kakak pertama saya pada waktu saya kecil. “Kamu pikir saya sansak?” Dia bukan marah atau...
  • Sambutlah Pimpinan Tuhan
    Takut. Abram takut menghadapi masa depan tanpa anak. Ia pikir kalau hal itu sampai terjadi, apa boleh buat, hambanyalah...
  • Sambutlah Kristus
    Bulan Budaya dilakukan setiap 2 tahun sekali di GKI Pondok Indah. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar warga jemaat...
  • syukur
    Hendaklah Hatimu Melimpah Dengan Syukur
    Kolose 2:7
    Kita kerap mempermurah makna syukur hanya sebagai reaksi hati, atau malah emosional, atas berkat atau keberuntungan yang kita percaya...
  • Gereja Persahabatan
    3 Yohanes adalah surat yang ditulis oleh Yohanes untuk Gayus, sahabatnya. Ia menjadi salah satu tulisan dalam pustaka Yohanes...
Kegiatan