Perjumpaan yang Menjadikan Hidup Utuh

Yesaya 61:10-62:3; Mazmur 148; Galatia 4:4-7; Lukas 2:22-40

Belum ada komentar 229 Views

Simeon dan Hanna benar-benar mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan. Mereka berdua siap dan sedang berdiri ketika Yesus dibawa masuk ke Bait Allah. Simeon menyambut Bayi Yesus dan menatang-Nya sambil memuji Allah: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu berpulang dalam damai sesuai dengan firman-Mu”. Hanna, yang pada waktu itu juga sedang berada di Bait Allah “mengucap syukur kepada Tuhan dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan pembebasan Yerusalem”.

Simeon dan Hanna “mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik”. Atas bimbingan Roh Kudus, mereka berdua diberikan kemampuan untuk mengenali Mesias. Perjumpaan ini lah yang telah menjadikan hidup Simeon dan Hanna menjadi utuh seperti yang diharapkannya.

Menarik untuk diperhatikan bahwa Simeon dan Hanna berpegang erat pada pengharapan bukan sekedar optimisme, yang menginginkan bahwa semua hal dalam hidup ini akan menjadi baik, misalnya masalah ekonomi, politik, hubungan antar pribadi dll. Melalui pengharapannya, Simeon yakin bahwa Tuhan akan melaksanakan janji-Nya kepada kita dan dengan demikian membawa kita kepada kemerdekaan yang sejati.

Seorang optimis berbicara mengenai hal-hal yang konkret di masa depan. Seorang yang berharap menghayati hidup kini dan di sini, dengan keyakinan bahwa segala sesuatu dalam hidup ini berada di tangan Tuhan.

Simeon seperti juga pada diri Abraham, Musa, Ruth, semua hidup dengan pengharapan besar dalam diri mereka. Harapan itu menuntun mereka menuju masa depan. Mereka tidak merasa perlu tahu dengan pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Marilah kita hidup berdasarkan harapan.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Belalah Hakku!
    Hak dan kewajiban selalu menjadi satu rangkaian tak terpisahkan. Katakanlah anak memiliki hak untuk dididik dengan baik, pada saat...
  • Ruang
    Rangkullah dan Beri Ruang!
    Seorang teman berujar bahwa dunia ini semakin sempit. Sumber daya terbatas, pekerjaan terbatas, dan semua serba terbatas. Perkataannya itu...
  • Tanpa Pamrih
    Aksi Cinta Tanpa Pamrih
    Mungkinkah ada cinta tanpa pamrih? Beberapa orang mengatakan bahwa cinta yang tulus adalah cinta tanpa pamrih. Sebagian lainnya mengatakan...
  • Rasa cukup
    Rasa Cukup Dan Hidup Yang Kekal
    Amos 6:1, 4-7; Mazmur 146; I Timotius 6: 6-19; Lukas 16: 19-31
    Tidak ada yang menyangkal bahwa setiap manusia hanya memiliki kehidupan yang sementara di dunia ini, karena suatu ketika ia...
  • keselamatan
    Keselamatan Universal atau Partikular ?
    I Timotius 2: 1-7
    Keselamatan bagi semua orang terjadi ketika manusia Kristus Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia (ay.6). Rasul Paulus...
Kegiatan