Perjumpaan yang Menjadikan Hidup Utuh

Yesaya 61:10-62:3; Mazmur 148; Galatia 4:4-7; Lukas 2:22-40

Belum ada komentar 221 Views

Simeon dan Hanna benar-benar mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan. Mereka berdua siap dan sedang berdiri ketika Yesus dibawa masuk ke Bait Allah. Simeon menyambut Bayi Yesus dan menatang-Nya sambil memuji Allah: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu berpulang dalam damai sesuai dengan firman-Mu”. Hanna, yang pada waktu itu juga sedang berada di Bait Allah “mengucap syukur kepada Tuhan dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan pembebasan Yerusalem”.

Simeon dan Hanna “mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik”. Atas bimbingan Roh Kudus, mereka berdua diberikan kemampuan untuk mengenali Mesias. Perjumpaan ini lah yang telah menjadikan hidup Simeon dan Hanna menjadi utuh seperti yang diharapkannya.

Menarik untuk diperhatikan bahwa Simeon dan Hanna berpegang erat pada pengharapan bukan sekedar optimisme, yang menginginkan bahwa semua hal dalam hidup ini akan menjadi baik, misalnya masalah ekonomi, politik, hubungan antar pribadi dll. Melalui pengharapannya, Simeon yakin bahwa Tuhan akan melaksanakan janji-Nya kepada kita dan dengan demikian membawa kita kepada kemerdekaan yang sejati.

Seorang optimis berbicara mengenai hal-hal yang konkret di masa depan. Seorang yang berharap menghayati hidup kini dan di sini, dengan keyakinan bahwa segala sesuatu dalam hidup ini berada di tangan Tuhan.

Simeon seperti juga pada diri Abraham, Musa, Ruth, semua hidup dengan pengharapan besar dalam diri mereka. Harapan itu menuntun mereka menuju masa depan. Mereka tidak merasa perlu tahu dengan pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Marilah kita hidup berdasarkan harapan.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan