Percaya

Percaya

Belum ada komentar 10 Views

Tergantung di kayu salib. Menanti saat ajal tiba. Ketika hidup berada pada titik yang paling buruk, apa yang bisa kita lakukan? Marah? O, itu satu bentuk katarsis yang sering kita lakukan. Mungkin sedikit memuaskan ego, tetapi tidak menyelesaikan masalah. Meskipun begitu, nampaknya ini adalah salah satu pilihan yang menarik. Karena itulah salah seorang penjahat di samping Yesus juga melakukannya (Lukas 23:39).

Pilihan yang lain adalah mempercayakan hidup ini kepadaNya. Ketika segala sesuatu sudah di luar kemampuan manusiawi kita, bukankah yang terbaik mempercayakan hidup ini kepadaNya? Inilah yang dilakukan penjahat yang lain (Lukas 23:42). Bukan sekadar mempercayakan hidup, tetapi dalam pengharapan, ia menantikan “hari Tuhan”, ketika Yesus datang sebagai Raja! Ternyata “hari Tuhan” itu datang saat itu juga. Surya kebenaran bersinar baginya. Yesus berkata: “Hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:43).

Saudara, kadang kita juga berada pada titik kehidupan yang paling buruk, apapun wujudnya. Marah, bukanlah pilihan baik dan tidak pernah menyelesaikan masalah. Mari belajar mempercayakan hidup kita kepadaNya. Sesungguhnya Tuhan selalu datang untuk ikut berempati dengan segala pengalaman hidup kita. ‘Hari ini Aku bersamamu’, bukankah ini jawaban atas segala pergumulan hidup kita?

Bersama Tuhan…nerakapun akan menjadi surga….

[RDj]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
  • inisiatif
    Partisipatif : Berinisiatif
    Markus 2:1-12
    Wow..kembali sebuah kisah tentang keterbukaan Yesus. Ia menerima cara orang menghampiriNya, meski tidak lazim. Melalui atap! Bukankah tiap orang...
Kegiatan