Percaya

Percaya

Belum ada komentar 18 Views

Tergantung di kayu salib. Menanti saat ajal tiba. Ketika hidup berada pada titik yang paling buruk, apa yang bisa kita lakukan? Marah? O, itu satu bentuk katarsis yang sering kita lakukan. Mungkin sedikit memuaskan ego, tetapi tidak menyelesaikan masalah. Meskipun begitu, nampaknya ini adalah salah satu pilihan yang menarik. Karena itulah salah seorang penjahat di samping Yesus juga melakukannya (Lukas 23:39).

Pilihan yang lain adalah mempercayakan hidup ini kepadaNya. Ketika segala sesuatu sudah di luar kemampuan manusiawi kita, bukankah yang terbaik mempercayakan hidup ini kepadaNya? Inilah yang dilakukan penjahat yang lain (Lukas 23:42). Bukan sekadar mempercayakan hidup, tetapi dalam pengharapan, ia menantikan “hari Tuhan”, ketika Yesus datang sebagai Raja! Ternyata “hari Tuhan” itu datang saat itu juga. Surya kebenaran bersinar baginya. Yesus berkata: “Hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:43).

Saudara, kadang kita juga berada pada titik kehidupan yang paling buruk, apapun wujudnya. Marah, bukanlah pilihan baik dan tidak pernah menyelesaikan masalah. Mari belajar mempercayakan hidup kita kepadaNya. Sesungguhnya Tuhan selalu datang untuk ikut berempati dengan segala pengalaman hidup kita. ‘Hari ini Aku bersamamu’, bukankah ini jawaban atas segala pergumulan hidup kita?

Bersama Tuhan…nerakapun akan menjadi surga….

[RDj]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...