percaya

Percaya Sebelum Mengalami

Lukas 7:1-10

Belum ada komentar 150 Views

Terdapat dua kualitas mengagumkan dalam diri perwira dari Kapernaum, sebagaimana tercatat di dalam Lukas 7:1-10. Perwira itu mendatangi Yesus yang tengah bertandang ke Kapernaum dan meminta-Nya untuk menyembuhkan hambanya yang tengah sekarat.

Di dalam percakapan tersebut kedua kualitas tersebut tampil. Pertama, tampaknya si perwira adalah seorang yang sungguh berhati baik. Sekalipun ia bukan seorang Yahudi, ia tampil sebagai seorang yang ramah. Bahkan, menurut pengakuan orang-orang Yahudi di Kapernaum, perwira ini membantu pendirian rumah ibadat Yahudi. Kebaikan hatinya tampil juga dalam kasihnya pada sang hamba. Dalam konteks budaya masa itu, sebenarnya hamba adalah properti dari tuannya. Ia seperti sebuah benda yang dimiliki. Namun, si perwira tampak memperlakukan hambanya dengan penuh penghargaan dan kasih, sebagai seorang pribadi yang dihormatinya. Bahkan sikap semacam ini pun masih memunculkan rasa kagum, bukan, bagi kita yang hidup di masa kesetaraan hak asasi manusia ini?

Jika kualitas pertama menyangkut relasi antar pribadi si perwira, kualitas kedua menyangkut relasinya dengan Allah yang dijumpainya di dalam Yesus Kristus. Sekalipun ia seorang perwira yang berpangkat, berhadapan dengan Yesus membuatnya merasa diri tak layak. Sampai-sampai ia memohon agar Yesus tidak datang ke rumahnya, “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku” (ay. 6). Ia memohon, “katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (ay. 7). Sungguh sebuah kerendahhatian yang mengagumkan. Maka, tak heran, Yesus mengungkapkan kekagumannya dan berkata bahwa bahkan di antara orang Israel tak ada orang yang memiliki iman sebesar perwira ini. Iman dan kerendahhatian berjalan beriringan. Semakin besar iman seseorang semakin rendah hatilah ia.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup dipelihara Tuhan
    Yohanes 17:1-11
    Doa Tuhan Yesus “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka (baca: para murid, jemaat Tuhan) dalam nama-Mu” (ay.11), sekaligus merupakan...
  • Saya Cinta Yesus
    Yohanes 14:15-21
    Definisi cinta yang dimaksud supaya tidak salah arah harus dikaitkan dengan konteks pembicaraan. Mencintai atau mengasihi merupakan kata yang...
  • The Journey Is Home
    Yohanes 14:1-14 dan Kisah Para Rasul 7:55-60
    Pemberitaan di Media yang begitu marak tentang pandemi Covid-19, khabarnya telah meluluh lantakkan kehidupan rutinitas. Melongok keluar sebentar, maka...
  • Hidup Bersatu
    Hidup Bersatu
    Kisah Para Rasul 2:42-47
    Pada masa ini, kesatuan sebagai warga negara Indonesia tampaknya sedang diuji. Sebab kita sedang menjalani kehidupan yang terpisah dari...
  • Buka Mataku
    Lukas 24:13-35
    Saya suka sekali kisah ini. Koq bisa orang jalan bersama sahabatnya tapi tidak menyadari siapa Dia? Jangan-jangan itulah pengalaman...
Kegiatan