percaya

Percaya Sebelum Mengalami

Lukas 7:1-10

Belum ada komentar 187 Views

Terdapat dua kualitas mengagumkan dalam diri perwira dari Kapernaum, sebagaimana tercatat di dalam Lukas 7:1-10. Perwira itu mendatangi Yesus yang tengah bertandang ke Kapernaum dan meminta-Nya untuk menyembuhkan hambanya yang tengah sekarat.

Di dalam percakapan tersebut kedua kualitas tersebut tampil. Pertama, tampaknya si perwira adalah seorang yang sungguh berhati baik. Sekalipun ia bukan seorang Yahudi, ia tampil sebagai seorang yang ramah. Bahkan, menurut pengakuan orang-orang Yahudi di Kapernaum, perwira ini membantu pendirian rumah ibadat Yahudi. Kebaikan hatinya tampil juga dalam kasihnya pada sang hamba. Dalam konteks budaya masa itu, sebenarnya hamba adalah properti dari tuannya. Ia seperti sebuah benda yang dimiliki. Namun, si perwira tampak memperlakukan hambanya dengan penuh penghargaan dan kasih, sebagai seorang pribadi yang dihormatinya. Bahkan sikap semacam ini pun masih memunculkan rasa kagum, bukan, bagi kita yang hidup di masa kesetaraan hak asasi manusia ini?

Jika kualitas pertama menyangkut relasi antar pribadi si perwira, kualitas kedua menyangkut relasinya dengan Allah yang dijumpainya di dalam Yesus Kristus. Sekalipun ia seorang perwira yang berpangkat, berhadapan dengan Yesus membuatnya merasa diri tak layak. Sampai-sampai ia memohon agar Yesus tidak datang ke rumahnya, “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku” (ay. 6). Ia memohon, “katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (ay. 7). Sungguh sebuah kerendahhatian yang mengagumkan. Maka, tak heran, Yesus mengungkapkan kekagumannya dan berkata bahwa bahkan di antara orang Israel tak ada orang yang memiliki iman sebesar perwira ini. Iman dan kerendahhatian berjalan beriringan. Semakin besar iman seseorang semakin rendah hatilah ia.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...