Nilai Kehidupan

Nilai Kehidupan

Belum ada komentar 5 Views

Setiap kali mendengar atau bahkan menyaksikan seseorang yang meninggal dalam usia yang relatif muda, maka reaksi yang pertama muncul di benak orang adalah “sayang sekali mengapa hidupnya begitu pendek ?” Yang menentukan nilai kehidupan sebenarnya bukanlah panjangnya usia, melainkan mutunya. Hidup yang panjang adalah anugerah, kalau hidup itu dihayati dengan baik dan membentuk orang menjadi semakin bijaksana, suci dan penuh syukur. Hidup yang berkelimpahan dengan rasa syukur menurut Rasul Paulus adalah hidup yang “tetap” di dalam Kristus, pengertian lain dari kata “tetap” adalah hidup yang “berjalan” atau ”dekat” dengan Kristus, dengan kata lain, untuk dapat memiliki hidup yang tetap di dalam Dia, kita harus terus mengusahakannya dan tidak pasif. Selain itu iman kita harus berakar pada Yesus, ibarat akar tanaman yang mencengkram tanah dengan kuat sehingga pertumbuhan yang terjadi adalah pertumbuhan yang kuat pula (teguh).

Demikian pula, kita pun akan kuat menghadapi halangan dan rintangan dalam kehidupan ini jika hidup kita terus mengucap syukur. Permenungan ini bukan hanya sekadar memberi tahu kita akan arti nasihat Paulus, tetapi lebih dari itu yaitu mengajak kita melihat seberapa besar usaha untuk membangun iman kita selama ini agar kita tetap berjalan dekat dengan Tuhan? Apa saja yang sudah kita lakukan dan bagaimana dampaknya kita rasakan dalam pergumulan hidup kita? Bukankah semakin kita menyadari bahwa hidup ini berat dan tidak mudah, semakin besar pula usaha kita untuk makin mendekat kepada Tuhan?

Hidup berkualitas adalah hidup yang dekat dengan Tuhan, yang berakar dan dibangun di atas dasar Firman Tuhan dan senantiasa bersyukur.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • pemulihan telah dinyatakan
    Pemulihan Telah Dinyatakan, Sambutlah!
    Yesaya 65:17-25; Lukas 24:1-12
    Pada waktu renungan ini saya susun, pemilihan umum belum terjadi. Apapun hasilnya dan siapapun yang terpilih, sebuah pertanyaan besar...
  • Menyatu Bersama Kristus
    Filipi 2:5-11; Lukas 22:14-23:56
    Kita itu berbeda. Cara pikir kita beda. Karakter beda. Dan banyak perbedaan lainnya. Itulah yang disebut ‘unik’. Manusia itu...
  • Terarah pada kristus
    Terarah pada Kristus
    Fil. 3:4-14; Yoh. 12:1-8
    Bagaimana memahami kata ‘terarah pada Kristus’? Syukurlah rasul Paulus membantu kita. Dalam Filipi 3:7 rasul Paulus menceritakan bagaimana keterarahannya...
  • Berdamai dengan Allah dan Sesama
    Luk. 15:1-3, 11-32
    Apakah yang melegakan seseorang untuk dapat menikmati hidupnya? Dibebaskan dari rasa bersalah dan merasakan bahwa Allah memperkenankan dirinya. Rasa...
  • dengarkanlah
    DENGARKANLAH DIA dan IA MEMBIMBINGMU
    Yes. 55:1-9; Mzm. 63:2-9; 1Kor. 10:1-13; Luk. 13:1-9
    Mendengarkan adalah tindakan yang membutuhkan perhatian untuk membuka diri memahami apa yang dimaksud. Tindakan ini tidak mudah. Pertama-tama kita...
Kegiatan