Menyambut TUHAN Dengan Bertobat

Menyambut TUHAN Dengan Bertobat

Belum ada komentar 24 Views

Bertobat cenderung dipahami secara sempit sebagai perubahan dari “tidak percaya” menjadi “percaya”, atau dari “jahat” menjadi “baik”, demi terjaminnya keselamatan di dalam TUHAN. Tentunya tidak keliru keduanya. Namun pertobatan yang di serukan Yohanes lebih luas dan dalam ketimbang itu.

Pertama-tama pertobatan adalah cara menyambut kedatangan TUHAN. Bukan mengamankan diri tetapi mempersiapkan jalan TUHAN yang akan datang membarui dunia kita ini sungguh-sungguh menjadi kerajaan-NYA. Oleh karena itu pertobatan adalah bukan bagi diri sendiri, tetapi persembahan bagi DIA, upaya untuk menjadikan diri alat-NYA yang kian berguna bagi-NYA, sesama dan dunia.

Maka itu pertobatan tidak dapat dipisahkan dari pengampunan TUHAN. Karena bertobat kita diampuni, tetapi juga karena diampuni maka kita ber tobat. Dan oleh karena itu pertobatan mesti dilakukan oleh kita juga, orang yang (sudah) percaya, hari ini.

Perubahan yang diharapkan adalah “makin baik” dari yang ada saat ini. Makin percaya, makin dekat kepada-NYA, makin benar dan jujur, makin mengasihi, makin giat melayani, makin ramah, makin murah hati…

pws

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • apakah
    Apakah yang Kamu Cari?
    Yesaya 49:1-7; Mazmur 40:2-12;1 Korintus 1:1-9; Yohanes 1:29-42
    Injil Yohanes diawali dengan dua tema yang saling berkaitan: identitas Yesus dan makna dari pemuridan. “Lihatlah Anak domba Allah!”...
  • Cinta-Nya
  • Yesus Bukan Ancaman
    Matius 2:13-23
    Tema ini sangat menimbulkan kegelisahan. Kegelisan ini perlu untuk menumbuhkan iman. Mengapa ada orang yang menganggap Yesus ancaman? Siapa...
  • TAAT
    “Owww … Tidak berintegritas”, seru seorang kawan saat melihat seorang pengendara menerobos lampu merah. Ia kemudian berkata, “Punya SIM...
Kegiatan