Menyambut TUHAN Dengan Bertobat

Menyambut TUHAN Dengan Bertobat

Belum ada komentar 23 Views

Bertobat cenderung dipahami secara sempit sebagai perubahan dari “tidak percaya” menjadi “percaya”, atau dari “jahat” menjadi “baik”, demi terjaminnya keselamatan di dalam TUHAN. Tentunya tidak keliru keduanya. Namun pertobatan yang di serukan Yohanes lebih luas dan dalam ketimbang itu.

Pertama-tama pertobatan adalah cara menyambut kedatangan TUHAN. Bukan mengamankan diri tetapi mempersiapkan jalan TUHAN yang akan datang membarui dunia kita ini sungguh-sungguh menjadi kerajaan-NYA. Oleh karena itu pertobatan adalah bukan bagi diri sendiri, tetapi persembahan bagi DIA, upaya untuk menjadikan diri alat-NYA yang kian berguna bagi-NYA, sesama dan dunia.

Maka itu pertobatan tidak dapat dipisahkan dari pengampunan TUHAN. Karena bertobat kita diampuni, tetapi juga karena diampuni maka kita ber tobat. Dan oleh karena itu pertobatan mesti dilakukan oleh kita juga, orang yang (sudah) percaya, hari ini.

Perubahan yang diharapkan adalah “makin baik” dari yang ada saat ini. Makin percaya, makin dekat kepada-NYA, makin benar dan jujur, makin mengasihi, makin giat melayani, makin ramah, makin murah hati…

pws

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • pemulihan telah dinyatakan
    Pemulihan Telah Dinyatakan, Sambutlah!
    Yesaya 65:17-25; Lukas 24:1-12
    Pada waktu renungan ini saya susun, pemilihan umum belum terjadi. Apapun hasilnya dan siapapun yang terpilih, sebuah pertanyaan besar...
  • Menyatu Bersama Kristus
    Filipi 2:5-11; Lukas 22:14-23:56
    Kita itu berbeda. Cara pikir kita beda. Karakter beda. Dan banyak perbedaan lainnya. Itulah yang disebut ‘unik’. Manusia itu...
  • Terarah pada kristus
    Terarah pada Kristus
    Fil. 3:4-14; Yoh. 12:1-8
    Bagaimana memahami kata ‘terarah pada Kristus’? Syukurlah rasul Paulus membantu kita. Dalam Filipi 3:7 rasul Paulus menceritakan bagaimana keterarahannya...
  • Berdamai dengan Allah dan Sesama
    Luk. 15:1-3, 11-32
    Apakah yang melegakan seseorang untuk dapat menikmati hidupnya? Dibebaskan dari rasa bersalah dan merasakan bahwa Allah memperkenankan dirinya. Rasa...
  • dengarkanlah
    DENGARKANLAH DIA dan IA MEMBIMBINGMU
    Yes. 55:1-9; Mzm. 63:2-9; 1Kor. 10:1-13; Luk. 13:1-9
    Mendengarkan adalah tindakan yang membutuhkan perhatian untuk membuka diri memahami apa yang dimaksud. Tindakan ini tidak mudah. Pertama-tama kita...
Kegiatan