Menyambut TUHAN Dengan Bertobat

Menyambut TUHAN Dengan Bertobat

Belum ada komentar 28 Views

Bertobat cenderung dipahami secara sempit sebagai perubahan dari “tidak percaya” menjadi “percaya”, atau dari “jahat” menjadi “baik”, demi terjaminnya keselamatan di dalam TUHAN. Tentunya tidak keliru keduanya. Namun pertobatan yang di serukan Yohanes lebih luas dan dalam ketimbang itu.

Pertama-tama pertobatan adalah cara menyambut kedatangan TUHAN. Bukan mengamankan diri tetapi mempersiapkan jalan TUHAN yang akan datang membarui dunia kita ini sungguh-sungguh menjadi kerajaan-NYA. Oleh karena itu pertobatan adalah bukan bagi diri sendiri, tetapi persembahan bagi DIA, upaya untuk menjadikan diri alat-NYA yang kian berguna bagi-NYA, sesama dan dunia.

Maka itu pertobatan tidak dapat dipisahkan dari pengampunan TUHAN. Karena bertobat kita diampuni, tetapi juga karena diampuni maka kita ber tobat. Dan oleh karena itu pertobatan mesti dilakukan oleh kita juga, orang yang (sudah) percaya, hari ini.

Perubahan yang diharapkan adalah “makin baik” dari yang ada saat ini. Makin percaya, makin dekat kepada-NYA, makin benar dan jujur, makin mengasihi, makin giat melayani, makin ramah, makin murah hati…

pws

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bertobat dan Percayalah
    Dalam pembacaan Injil minggu ini, Yesus mengatakan empat hal yang sangat tajam dan jelas. Dua yang pertama adalah pernyataan...
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...