Menjadi pelayan dan menderita?

Menjadi pelayan dan menderita?

Belum ada komentar 10 Views

Banyak orang takut untuk melapor kepada polisi, setelah menyaksikan atau menjadi korban tindak kriminal. Memang penyebabnya dapat bermacam-macam, tetapi yang paling meresahkan bila penyebabnya adalah sekadar keengganan untuk repot atau terlibat. Ini baru sebuah contoh yang kecil, sebab ada banyak contoh yang lain yang serupa. Mulai dari hal-hal sederhana hingga hal-hal yang menyangkut keadilan dan kebenaran, bahkan iman kepada Tuhan.

Ini mirip dengan murid-murid tidak mengerti, ketika Yesus memberitakan penderitaan yang akan dihadapi-Nya. Tetapi mereka takut untuk menanyakannya kepada Yesus. (LAI menerjemahkan kata Yun. “phobeo”, di sini dengan “segan”, padahal di Lukas 9:32 dengan “takut”, sedangkan terjemahan KJV/NRS/NIV menerjemahkannya dengan “takut”). Mengapa takut? Karena rupanya prospek yang dibayangkan bagi diri mereka sendiri bila Yesus menderita, tidaklah cerah bahkan menakutkan.

Mengikut Yesus (baca: menjadi orang Kristen) memang pada akhirnya berarti siap untuk menjadi pelayan dan menderita, meneladani sang Kristus, demi menjadi yang “terbesar”, yaitu memberlakukan yang dikehendaki Allah.

Mengikut Yesus juga berarti tidak menutup mata terhadap keadaan di sekitar kita, entah itu kejahatan, ketidakadilan, kecurangan, kesewenang-wenangan. Tidak enggan, tidak repot atau takut terlibat, dan tidak menguatirkan nasib diri sendiri. Karena yang seharusnya diutamakan adalah kepentingan bersama, yaitu kontrol sosial terhadap hal-hal yang melanggar norma kehidupan masyarakat. Bila sebaliknya yang terjadi, maka ketidakjujuran, kejahatan, ketidakadilan, kesewenang-wenangan itu, akan tumbuh dengan subur bahkan merajalela. Dan akibatnya kehidupan bermasyarakat yang kita bangga-banggakan sebagai ciri masyarakat Indonesia akan runtuh, dan yang lebih parah lagi, keadilan dan kebenaran tidak lagi dijunjung, melainkan justru diprioritaskan di bawah kepentingan dan keselamatan pribadi.

Bagaimanakah kita?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Jangan Tunda, Sekaranglah Saatnya
    Yunus 3:1-10; Mazmur 62:5-12; 1 Korintus 7:29-31; Markus 1:14-20
    Sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat Yahudi, jika seseorang mau belajar tentang keagamaan, maka ia yang menentukan Rabbi yang...
  • medengarkan
    Berbicaralah Hamba-Mu Mendengarkan
    Peristiwa penyataan Allah pada Imam Eli dan Samuel, merupakan pengalaman yang langka dan mengejutkan mereka. Mengapa begitu sulit seseorang...
  • Berkenan Di Hadapan Allah
    Markus 1:4-11
    Baptisan Yesus menjadi peristiwa peneguhan yang dinyatakan Allah bukan saja bagi Yesus tetapi juga bagi setiap orang. Bagi setiap...
  • Merayakan Kebaikan Tuhan
    Yesaya 61:10-62:3; Mazmur 148; Galatia 4:4-7; Lukas 2:22-40
    Pengalaman hidup adalah pengalaman mengalami kebaikan Tuhan. Setiap hari kebaikan Tuhan dinyatakan bagi kita. Namun sering kali tidak peka...
  • Tak Pernah Ingkar Janji
    2 Samuel 7:1-11, 16; Mazmur 89:1-4, 19-26; Roma 16:25-27; Lukas 1:26-38
    Sempurnalah kabar baik itu dengan berita tentang kelahiran Yesus. Allah yang menjadi manusia. Ini adalah fakta yang menggemparkan. Peristiwa...
Kegiatan