Menjadi pelayan dan menderita?

Menjadi pelayan dan menderita?

Belum ada komentar 19 Views

Banyak orang takut untuk melapor kepada polisi, setelah menyaksikan atau menjadi korban tindak kriminal. Memang penyebabnya dapat bermacam-macam, tetapi yang paling meresahkan bila penyebabnya adalah sekadar keengganan untuk repot atau terlibat. Ini baru sebuah contoh yang kecil, sebab ada banyak contoh yang lain yang serupa. Mulai dari hal-hal sederhana hingga hal-hal yang menyangkut keadilan dan kebenaran, bahkan iman kepada Tuhan.

Ini mirip dengan murid-murid tidak mengerti, ketika Yesus memberitakan penderitaan yang akan dihadapi-Nya. Tetapi mereka takut untuk menanyakannya kepada Yesus. (LAI menerjemahkan kata Yun. “phobeo”, di sini dengan “segan”, padahal di Lukas 9:32 dengan “takut”, sedangkan terjemahan KJV/NRS/NIV menerjemahkannya dengan “takut”). Mengapa takut? Karena rupanya prospek yang dibayangkan bagi diri mereka sendiri bila Yesus menderita, tidaklah cerah bahkan menakutkan.

Mengikut Yesus (baca: menjadi orang Kristen) memang pada akhirnya berarti siap untuk menjadi pelayan dan menderita, meneladani sang Kristus, demi menjadi yang “terbesar”, yaitu memberlakukan yang dikehendaki Allah.

Mengikut Yesus juga berarti tidak menutup mata terhadap keadaan di sekitar kita, entah itu kejahatan, ketidakadilan, kecurangan, kesewenang-wenangan. Tidak enggan, tidak repot atau takut terlibat, dan tidak menguatirkan nasib diri sendiri. Karena yang seharusnya diutamakan adalah kepentingan bersama, yaitu kontrol sosial terhadap hal-hal yang melanggar norma kehidupan masyarakat. Bila sebaliknya yang terjadi, maka ketidakjujuran, kejahatan, ketidakadilan, kesewenang-wenangan itu, akan tumbuh dengan subur bahkan merajalela. Dan akibatnya kehidupan bermasyarakat yang kita bangga-banggakan sebagai ciri masyarakat Indonesia akan runtuh, dan yang lebih parah lagi, keadilan dan kebenaran tidak lagi dijunjung, melainkan justru diprioritaskan di bawah kepentingan dan keselamatan pribadi.

Bagaimanakah kita?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
Kegiatan