Menjadi Kaya Dalam Kebajikan

Menjadi Kaya Dalam Kebajikan

Belum ada komentar 56 Views

Dalam perbendaharaan kata gaya hidup konsumtif yangmenguasai hidup kita saat ini, kata-kata seperti “mengalah”, “berbagi” apalagi “cukup”, pelan-pelan mulai punah. Kata-kata itu cenderung digantikan oleh kata-kata misalnya “membeli”, “memiliki”, atau “berlimpah-limpah”. Dan untuk mewujudkannya tentu diperlukan uang. Maka “cinta uang” menjadi karakteristik kehidupan banyak orang. Padahal sifat itu adalah akar kejahatan bahkan sumber malapetaka manusia.

Timotius yang muda dinasihati Paulus untuk mewaspadai hal itu. Selain tidak sesuai dengan kehidupan beribadah (6:6; 11), cinta uang berarti mengabaikan Tuhan, sumber dari segala sesuatu termasuk uang. Paulus mendorong Timotius untuk menghindarkan diri dari bahaya itu dengan “mencapai hidup yang sebenarnya” (6:19). Dalam Alkitab bahasa Inggris (NIV) akhir ayat 19 itu diterjemahkan begini: “…take hold of the life that is truly life.” Jadi bukan hanya “mencapai” tetapi “meraih dan memeganginya” sebagai milik.

Hidup sejati berarti pertama-tama, hidup dengan Tuhan yang empunya segala sesuatu termasuk sumber kekayaan kita. Sebaliknya yang mesti dikejar bukanlah kekayaan, melainkan keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Lalu Paulus menutup nasihatnya dengan mengutus Timotius untuk mengingatkan orang-orang kaya agar tidak menyombongkan kekayaannya, yang takkan dibawanya ketika mati. Sebaliknya mestinya mereka itu “menjadi kaya dalam kebajikan”, yaitu “suka memberi” dan “membagi”.

Sayang tidak banyak orang percaya bahwa dengan “memberi”, kita justru menjadi “kaya”. Gibran berkata: “There are those who give with joy, and their joy is their reward.” Alkitab juga berkata: “Lebih baik memberi ketimbang menerima…!”

Bagaimana dengan kita? Percayakah kita?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #menjadimuridKristus
    Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. (Matius 28:17) Paul Tillich, seorang teolog sohor, pernah berujar, “Doubt...
  • Hidup Penuh Roh
    Yohanes 7: 37-39
    Undangan Tuhan Yesus “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” ditujukan kepada siapa saja yang dalam hidupnya mengalami...
  • Hidup dipelihara Tuhan
    Yohanes 17:1-11
    Doa Tuhan Yesus “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka (baca: para murid, jemaat Tuhan) dalam nama-Mu” (ay.11), sekaligus merupakan...
  • Saya Cinta Yesus
    Yohanes 14:15-21
    Definisi cinta yang dimaksud supaya tidak salah arah harus dikaitkan dengan konteks pembicaraan. Mencintai atau mengasihi merupakan kata yang...
  • The Journey Is Home
    Yohanes 14:1-14 dan Kisah Para Rasul 7:55-60
    Pemberitaan di Media yang begitu marak tentang pandemi Covid-19, khabarnya telah meluluh lantakkan kehidupan rutinitas. Melongok keluar sebentar, maka...
Kegiatan