Menjadi Kaya Dalam Kebajikan

Menjadi Kaya Dalam Kebajikan

Belum ada komentar 34 Views

Dalam perbendaharaan kata gaya hidup konsumtif yangmenguasai hidup kita saat ini, kata-kata seperti “mengalah”, “berbagi” apalagi “cukup”, pelan-pelan mulai punah. Kata-kata itu cenderung digantikan oleh kata-kata misalnya “membeli”, “memiliki”, atau “berlimpah-limpah”. Dan untuk mewujudkannya tentu diperlukan uang. Maka “cinta uang” menjadi karakteristik kehidupan banyak orang. Padahal sifat itu adalah akar kejahatan bahkan sumber malapetaka manusia.

Timotius yang muda dinasihati Paulus untuk mewaspadai hal itu. Selain tidak sesuai dengan kehidupan beribadah (6:6; 11), cinta uang berarti mengabaikan Tuhan, sumber dari segala sesuatu termasuk uang. Paulus mendorong Timotius untuk menghindarkan diri dari bahaya itu dengan “mencapai hidup yang sebenarnya” (6:19). Dalam Alkitab bahasa Inggris (NIV) akhir ayat 19 itu diterjemahkan begini: “…take hold of the life that is truly life.” Jadi bukan hanya “mencapai” tetapi “meraih dan memeganginya” sebagai milik.

Hidup sejati berarti pertama-tama, hidup dengan Tuhan yang empunya segala sesuatu termasuk sumber kekayaan kita. Sebaliknya yang mesti dikejar bukanlah kekayaan, melainkan keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Lalu Paulus menutup nasihatnya dengan mengutus Timotius untuk mengingatkan orang-orang kaya agar tidak menyombongkan kekayaannya, yang takkan dibawanya ketika mati. Sebaliknya mestinya mereka itu “menjadi kaya dalam kebajikan”, yaitu “suka memberi” dan “membagi”.

Sayang tidak banyak orang percaya bahwa dengan “memberi”, kita justru menjadi “kaya”. Gibran berkata: “There are those who give with joy, and their joy is their reward.” Alkitab juga berkata: “Lebih baik memberi ketimbang menerima…!”

Bagaimana dengan kita? Percayakah kita?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • terhubung
    Terhubung Dan Bahagia Bersama Sesama
    Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; 1 Yohanes 3:16-24; Yohanes 10:11-18
    Hidup kita semakin terhubung satu dengan yang lain begitu cepat dan mudah. Keterhubungan komunikas dan informasi adalah sebuah keuntungan...
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
Kegiatan