Menjadi Agar Dunia Percaya

Menjadi Agar Dunia Percaya

Belum ada komentar 6 Views

Minggu lalu kita merenungkan hakikat gereja sebagai persekutuan umat beriman yang berusaha meneladani persekutuan Allah Trinitas. Gereja agaknya juga bisa dipahami bukan hanya dari aspek hakikat-nya, namun juga fungsi-nya. Bahkan, hakikat gereja barulah tampak secara jelas melalui fungsi atau karyanya.

Kesatuan umat percaya yang meneladani persekutuan Sang Bapa dan Sang Anak di dalam ikatan kasih Roh Kudus itu menjadi operatif ketika persekutuan tersebut memiliki sebuah dampak: “supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (ay. 21) atau “agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku” (ay. 23).

Kita kerap memahami bahwa usaha membuat dunia percaya senantiasa dikerjakan melalui karya penginjilan atau kesaksian. Akan tetapi kedua ayat di atas memberi perspektif yang berbeda. Dunia tahu dan percaya percaya (bahwa Yesus diutus oleh Sang Bapa) bukan hanya melalui tindakan  kesaksian atau penginjilan, namun melalui keteladanan yang  dipertontonkan lewat kesatuan gereja itu sendiri.

Atas dasar itu, setiap gereja di muka bumi sungguh-sungguh perlu meratapi sejarah panjangnya yang dihiasi oleh pertikaian dan perpecahan. Sebab, perpecahan gereja tersebut telah menjadi sebentuk kesaksian yang buruk bagi dunia.

Mari merangkai ulang keesaan gereja. Mari mensyukuri setiap usaha yang jemaat kita lakukan untuk menulis ulang sejarah persahabatan dengan gereja lain di sekeliling kita. Beberapa aktivitas persahabatan yang telah kita tenun dengan GKJ Nehemia dan Gereja Katolik St. Stefanus, misalnya, sungguh kita harapkan menjadi sebuah kesaksian hidup … agar dunia percaya! Dan dengan itu, kita sekali lagi berkata emoh terhadap setiap tindakan orang Kristen yang berusaha memecah tubuh Kristus.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • terhubung
    Terhubung Dan Bahagia Bersama Sesama
    Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; 1 Yohanes 3:16-24; Yohanes 10:11-18
    Hidup kita semakin terhubung satu dengan yang lain begitu cepat dan mudah. Keterhubungan komunikas dan informasi adalah sebuah keuntungan...
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
Kegiatan