Menjadi Abdi Allah

Menjadi Abdi Allah

1 Komentar 196 Views

Sebenarnya saya ingin menggunakan tema, “Menjadi Budak Allah”. Karena di Mat. 6:24, kata hamba ditulis dalam bahasa aslinya dengan douleuein. Artinya, “to be slave to” atau “menjadi budak bagi”.

Namun Alkitab rupanya mengajak kita untuk melihat makna “Pelayan” dari berbagai sudut. Bukan hanya budak tetapi juga abdi. Apa bedanya?

  • Seorang diakonos atau abdi adalah seorang yang membuat perubahan positif pada orang lain.
  • Sedangkan doulos atau budak adalah seorang yang mengikuti apa yang dikehendaki oleh tuannya.

Saya mengkaitkan abdi dengan budak, karena seorang budak mamon tentu juga akan membawa perubahan negatif bagi orang lain. Sehingga sebaliknyalah juga yang akan terjadi, seorang abdi Allah diharapkan bukan hanya mengikuti kehendak Tuannya saja, melainkan juga membawa perubahan positif bagi orang-orang di sekitarnya.

Masalahnya, tidak semua orang menyadari bahkan mengakui bahwa ia adalah budak dari mamon. Apa yang dimaksud dengan Mamon? Mamon berasal dari bahasa Ibrani yang artinya material possessions. Jika kita lebih mencintai pekerjaan kita lebih dari mencintai Allah, jika kita lebih mencintai anak dan pasangan kita lebih dari mencintai Allah, jika kita lebih mencintai barang-barang dan pengejaran terhadap materi lebih dari mencintai Allah, maka itulah mamon dalam hidup kita.

Khusus untuk para orangtua,

  1. Apakah kita akan melatih anak kita berulang-ulang sejak dini untuk tidak mengabdi kepada mamon?
  2. Apakah kita mau melatih anak kita berulang-ulang sejak dini untuk mengabdi kepada Tuhan saja?

Biarlah perubahan itu dimulai dari dalam diri kita terlebih dahulu.

Kepada siapa kita mengabdi? Allah atau Mamon?

Riajos

1 Comment

  1. jp.hadisiswoyo

    dalam situasi global sekarang ini saya berpikir bahwa perlu dan sangat perlu sebagai orang tua, komunitas Gereja dan komunitas Kristen menekankan ketaatan kepada Allah. Karena dari situlah sebuah pribadi unggul akan tampil, tetapi saya tahu hal itu tidak mudah karena iming-iming materi begitu kuat dalam alam demokrasi ini. kalau boleh saya katakan bahwa sekarang menangis saja bisa dikomersialisasi, kekerasan bisa dibayar asal mau melakukan. begitu hebat dunia memperbudak kita sehingga manusia cenderung mengabdi kepada MAMON. Trims saudaraku atas inspirasi dalam penulisan ini, kiranya ROHKUDUS memberkati saudara dengan inspirasi baru serta dengan urapan baru supaya pembaca diberkati Tuhan. Syalom

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup Penuh Roh
    Yohanes 7: 37-39
    Undangan Tuhan Yesus “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” ditujukan kepada siapa saja yang dalam hidupnya mengalami...
  • Hidup dipelihara Tuhan
    Yohanes 17:1-11
    Doa Tuhan Yesus “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka (baca: para murid, jemaat Tuhan) dalam nama-Mu” (ay.11), sekaligus merupakan...
  • Saya Cinta Yesus
    Yohanes 14:15-21
    Definisi cinta yang dimaksud supaya tidak salah arah harus dikaitkan dengan konteks pembicaraan. Mencintai atau mengasihi merupakan kata yang...
  • The Journey Is Home
    Yohanes 14:1-14 dan Kisah Para Rasul 7:55-60
    Pemberitaan di Media yang begitu marak tentang pandemi Covid-19, khabarnya telah meluluh lantakkan kehidupan rutinitas. Melongok keluar sebentar, maka...
  • Hidup Bersatu
    Hidup Bersatu
    Kisah Para Rasul 2:42-47
    Pada masa ini, kesatuan sebagai warga negara Indonesia tampaknya sedang diuji. Sebab kita sedang menjalani kehidupan yang terpisah dari...
Kegiatan