Menjadi Abdi Allah

Menjadi Abdi Allah

1 Komentar 252 Views

Sebenarnya saya ingin menggunakan tema, “Menjadi Budak Allah”. Karena di Mat. 6:24, kata hamba ditulis dalam bahasa aslinya dengan douleuein. Artinya, “to be slave to” atau “menjadi budak bagi”.

Namun Alkitab rupanya mengajak kita untuk melihat makna “Pelayan” dari berbagai sudut. Bukan hanya budak tetapi juga abdi. Apa bedanya?

  • Seorang diakonos atau abdi adalah seorang yang membuat perubahan positif pada orang lain.
  • Sedangkan doulos atau budak adalah seorang yang mengikuti apa yang dikehendaki oleh tuannya.

Saya mengkaitkan abdi dengan budak, karena seorang budak mamon tentu juga akan membawa perubahan negatif bagi orang lain. Sehingga sebaliknyalah juga yang akan terjadi, seorang abdi Allah diharapkan bukan hanya mengikuti kehendak Tuannya saja, melainkan juga membawa perubahan positif bagi orang-orang di sekitarnya.

Masalahnya, tidak semua orang menyadari bahkan mengakui bahwa ia adalah budak dari mamon. Apa yang dimaksud dengan Mamon? Mamon berasal dari bahasa Ibrani yang artinya material possessions. Jika kita lebih mencintai pekerjaan kita lebih dari mencintai Allah, jika kita lebih mencintai anak dan pasangan kita lebih dari mencintai Allah, jika kita lebih mencintai barang-barang dan pengejaran terhadap materi lebih dari mencintai Allah, maka itulah mamon dalam hidup kita.

Khusus untuk para orangtua,

  1. Apakah kita akan melatih anak kita berulang-ulang sejak dini untuk tidak mengabdi kepada mamon?
  2. Apakah kita mau melatih anak kita berulang-ulang sejak dini untuk mengabdi kepada Tuhan saja?

Biarlah perubahan itu dimulai dari dalam diri kita terlebih dahulu.

Kepada siapa kita mengabdi? Allah atau Mamon?

Riajos

1 Comment

  1. jp.hadisiswoyo

    dalam situasi global sekarang ini saya berpikir bahwa perlu dan sangat perlu sebagai orang tua, komunitas Gereja dan komunitas Kristen menekankan ketaatan kepada Allah. Karena dari situlah sebuah pribadi unggul akan tampil, tetapi saya tahu hal itu tidak mudah karena iming-iming materi begitu kuat dalam alam demokrasi ini. kalau boleh saya katakan bahwa sekarang menangis saja bisa dikomersialisasi, kekerasan bisa dibayar asal mau melakukan. begitu hebat dunia memperbudak kita sehingga manusia cenderung mengabdi kepada MAMON. Trims saudaraku atas inspirasi dalam penulisan ini, kiranya ROHKUDUS memberkati saudara dengan inspirasi baru serta dengan urapan baru supaya pembaca diberkati Tuhan. Syalom

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menjadi Gereja Responsif
    Kisah Para Rasul 6: 1-7
    Seorang ibu pernah bercerita mengenai pengalamannya melahirkan anak pertama. Ketika proses kelahiran usai, respon awal sang bayi adalah hal...
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...