Menjadi Abdi Allah

Menjadi Abdi Allah

1 Komentar 213 Views

Sebenarnya saya ingin menggunakan tema, “Menjadi Budak Allah”. Karena di Mat. 6:24, kata hamba ditulis dalam bahasa aslinya dengan douleuein. Artinya, “to be slave to” atau “menjadi budak bagi”.

Namun Alkitab rupanya mengajak kita untuk melihat makna “Pelayan” dari berbagai sudut. Bukan hanya budak tetapi juga abdi. Apa bedanya?

  • Seorang diakonos atau abdi adalah seorang yang membuat perubahan positif pada orang lain.
  • Sedangkan doulos atau budak adalah seorang yang mengikuti apa yang dikehendaki oleh tuannya.

Saya mengkaitkan abdi dengan budak, karena seorang budak mamon tentu juga akan membawa perubahan negatif bagi orang lain. Sehingga sebaliknyalah juga yang akan terjadi, seorang abdi Allah diharapkan bukan hanya mengikuti kehendak Tuannya saja, melainkan juga membawa perubahan positif bagi orang-orang di sekitarnya.

Masalahnya, tidak semua orang menyadari bahkan mengakui bahwa ia adalah budak dari mamon. Apa yang dimaksud dengan Mamon? Mamon berasal dari bahasa Ibrani yang artinya material possessions. Jika kita lebih mencintai pekerjaan kita lebih dari mencintai Allah, jika kita lebih mencintai anak dan pasangan kita lebih dari mencintai Allah, jika kita lebih mencintai barang-barang dan pengejaran terhadap materi lebih dari mencintai Allah, maka itulah mamon dalam hidup kita.

Khusus untuk para orangtua,

  1. Apakah kita akan melatih anak kita berulang-ulang sejak dini untuk tidak mengabdi kepada mamon?
  2. Apakah kita mau melatih anak kita berulang-ulang sejak dini untuk mengabdi kepada Tuhan saja?

Biarlah perubahan itu dimulai dari dalam diri kita terlebih dahulu.

Kepada siapa kita mengabdi? Allah atau Mamon?

Riajos

1 Comment

  1. jp.hadisiswoyo

    dalam situasi global sekarang ini saya berpikir bahwa perlu dan sangat perlu sebagai orang tua, komunitas Gereja dan komunitas Kristen menekankan ketaatan kepada Allah. Karena dari situlah sebuah pribadi unggul akan tampil, tetapi saya tahu hal itu tidak mudah karena iming-iming materi begitu kuat dalam alam demokrasi ini. kalau boleh saya katakan bahwa sekarang menangis saja bisa dikomersialisasi, kekerasan bisa dibayar asal mau melakukan. begitu hebat dunia memperbudak kita sehingga manusia cenderung mengabdi kepada MAMON. Trims saudaraku atas inspirasi dalam penulisan ini, kiranya ROHKUDUS memberkati saudara dengan inspirasi baru serta dengan urapan baru supaya pembaca diberkati Tuhan. Syalom

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...
  • Beroleh Kasih Karunia Allah
    Beroleh Kasih Karunia Allah
    Lukas 1:30
    ”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah” (Luk. 1:30). Demikian ujar malaikat saat menjumpai...