Mengikut Tuhan

Mengikut Tuhan

1 Komentar 14 Views

Bila kita menyaksikan kebaktian – kebaktian di televisi yang diselenggarakan di gedung gereja yang amat besar, bahkan di stadion, serta dihadiri oleh ribuan orang, terbesit hati kita, karena mengidamkan hal yang sama di jemaat/gereja kita sendiri. Mengapa? Jawabnya sederhana.Tidakkah ia membesarkan hati? Membuat kita kian yakin akan jati diri kita sebagai jemaat dan umat Tuhan yang berada di jalur yang benar, yang berhasil? Dan tidakkah “menjaring sebanyak mungkin anggota” adalah tugas utama kita, baik sebagai jemaat mau pun sebagai orang percaya?

Pertanyaan mendasarnya adalah apakah itu yang dikehendaki oleh Yesus sendiri? Terhadap dua orang yang atas prakarsanya sendiri menyatakan hendak mengikut Yesus, serta satu orang yang diajak-Nya untuk mengikut-Nya, Yesus amatlah kritis. Ia tidak menghendaki pengikut yang yang berkobar-kobar, namun yang pada situasi sulit dan menghadapi tantangan, luntur semangat dan motivasinya, bahkan undur diri. Ia tidak menghendaki pengikut-pengikut yang setengah-setengah, yang ikut Yesus tetapi menengok ke belakang atau ke samping. Mengikut Yesus, namun sekaligus memerhatikan bahkan mementingkan hal yang lain.

Yesus bukan menghendaki pengikut-pengikut, melainkan murid-murid. Murid-murid yang “tahu” semua risiko yang bisa saja ditanggungnya dalam mengikut Yesus. Murid-murid yang “mengerti” bahwa pada hakikatnya Yesus sedang menuju ke Yerusalem, ke penderitaan-Nya. Murid-murid yang memahami itu semua dan yang kemudian mantap mengabdikan diri mengikut Yesus, ke mana pun Ia menuntun mereka, serta belajar dari-Nya setiap hari.

Teladan Paskah (salib, pengorbanan) mestinya menjadi tolok ukur kita,orang percaya, untuk menguji diri, apakah kita sekadar pengikut atau benar-benar murid-Nya.

 

PWS

1 Comment

  1. monika

    Tuhan memang baik Dia mengirimkan TuhanYesus kedunia ini untuk menghapus dosa dosa manusia yang ada didunia terima kasih Tuhanku. Engkau lah yang terbaik bagi ku

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Belalah Hakku!
    Hak dan kewajiban selalu menjadi satu rangkaian tak terpisahkan. Katakanlah anak memiliki hak untuk dididik dengan baik, pada saat...
  • Ruang
    Rangkullah dan Beri Ruang!
    Seorang teman berujar bahwa dunia ini semakin sempit. Sumber daya terbatas, pekerjaan terbatas, dan semua serba terbatas. Perkataannya itu...
  • Tanpa Pamrih
    Aksi Cinta Tanpa Pamrih
    Mungkinkah ada cinta tanpa pamrih? Beberapa orang mengatakan bahwa cinta yang tulus adalah cinta tanpa pamrih. Sebagian lainnya mengatakan...
  • Rasa cukup
    Rasa Cukup Dan Hidup Yang Kekal
    Amos 6:1, 4-7; Mazmur 146; I Timotius 6: 6-19; Lukas 16: 19-31
    Tidak ada yang menyangkal bahwa setiap manusia hanya memiliki kehidupan yang sementara di dunia ini, karena suatu ketika ia...
  • keselamatan
    Keselamatan Universal atau Partikular ?
    I Timotius 2: 1-7
    Keselamatan bagi semua orang terjadi ketika manusia Kristus Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia (ay.6). Rasul Paulus...
Kegiatan