Mengikut Tuhan

Mengikut Tuhan

1 Komentar 11 Views

Bila kita menyaksikan kebaktian – kebaktian di televisi yang diselenggarakan di gedung gereja yang amat besar, bahkan di stadion, serta dihadiri oleh ribuan orang, terbesit hati kita, karena mengidamkan hal yang sama di jemaat/gereja kita sendiri. Mengapa? Jawabnya sederhana.Tidakkah ia membesarkan hati? Membuat kita kian yakin akan jati diri kita sebagai jemaat dan umat Tuhan yang berada di jalur yang benar, yang berhasil? Dan tidakkah “menjaring sebanyak mungkin anggota” adalah tugas utama kita, baik sebagai jemaat mau pun sebagai orang percaya?

Pertanyaan mendasarnya adalah apakah itu yang dikehendaki oleh Yesus sendiri? Terhadap dua orang yang atas prakarsanya sendiri menyatakan hendak mengikut Yesus, serta satu orang yang diajak-Nya untuk mengikut-Nya, Yesus amatlah kritis. Ia tidak menghendaki pengikut yang yang berkobar-kobar, namun yang pada situasi sulit dan menghadapi tantangan, luntur semangat dan motivasinya, bahkan undur diri. Ia tidak menghendaki pengikut-pengikut yang setengah-setengah, yang ikut Yesus tetapi menengok ke belakang atau ke samping. Mengikut Yesus, namun sekaligus memerhatikan bahkan mementingkan hal yang lain.

Yesus bukan menghendaki pengikut-pengikut, melainkan murid-murid. Murid-murid yang “tahu” semua risiko yang bisa saja ditanggungnya dalam mengikut Yesus. Murid-murid yang “mengerti” bahwa pada hakikatnya Yesus sedang menuju ke Yerusalem, ke penderitaan-Nya. Murid-murid yang memahami itu semua dan yang kemudian mantap mengabdikan diri mengikut Yesus, ke mana pun Ia menuntun mereka, serta belajar dari-Nya setiap hari.

Teladan Paskah (salib, pengorbanan) mestinya menjadi tolok ukur kita,orang percaya, untuk menguji diri, apakah kita sekadar pengikut atau benar-benar murid-Nya.

 

PWS

1 Comment

  1. monika

    Tuhan memang baik Dia mengirimkan TuhanYesus kedunia ini untuk menghapus dosa dosa manusia yang ada didunia terima kasih Tuhanku. Engkau lah yang terbaik bagi ku

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan