Mengasihi Dengan Rela Berkorban

Mengasihi Dengan Rela Berkorban

Belum ada komentar 760 Views

Mengapakah seorang laki-laki rela mengeluarkan banyak uang untuk sebuah karangan bunga guna diberikan kepada kekasihnya? Padahal belum tentu setahun sekali ia sendiri membeli baju baru.

Mengapakah seorang ayah rela menggantikan anaknya menjalani hukuman atas tindakan kriminal sang anak yang belum cukup umur? Mengapakah seorang ibu rela memberikan salah satu dari dua ginjalnya bagi anaknya yang menderita gagal ginjal? Padahal apa yang mereka lakukan belum tentu akan mereka lakukan bagi sembarang orang.

Mengapakah Maria rela menuangkan minyak narwastu yang amat mahal untuk membasuh kaki Yesus? Padahal bila minyak itu dijual hasilnya akan dapat memberi makan banyak sekali orang miskin.

Mengapakah Yesus rela menderita dan mati bagi kita, bagi umat manusia, bahkan bagi dunia? Padahal dunia dan kita justru menolaknya dan berkali-kali mengkhianatinya.

Jawabnya sederhana: kasih. Namun kasih yang sama sekali tidak sederhana. Kasih yang rela memberikan segalanya bagi yang dikasihi. Kasih yang rela berkorban bagi yang dikasihi. Kasih yang seperti kasih Yesus.

Maka begitulah seharusnya kita mengasihi. Mengasihi dengan kasih yang rela berkorban. Bukan hanya bagi mereka yang khusus bagi kita, tetapi bagi semua orang. Seperti Yesus.

PWS


Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Melihat Karya Tuhan melalui Kegagalan
    Lukas 5: 1-11
    Kegagalan yang terjadi dalam kehidupan kita, sering menjadi sesuatu yang menakutkan dan menjauhkan kita dari mimpi masa depan yang...
  • MUKJIZAT
    Yohannes 2:1-11
    Di dalam kisah Yesus mengubah air menjadi anggur di perkawinan Kana, muncul catatan sangat penting, yaitu di dalam ayat...
  • Berpartisipasi ke dalam Peristiwa Trinitas
    Lukas 3:22
    Peristiwa pembaptisan Yesus merupakan sebuah peristiwa Trinitarian. Artinya, di dalam peristiwa itu, ketiga Pribadi ilahi, Bapa, Anak, dan Roh...
  • Keajaiban Natal: Keajaiban Persahabatan
    Luk. 1:39-55
    Pernahkah saudara pergi dalam keadaan hamil ke pegunungan tanpa kendaraan yang memadai? Maria pernah. Dia pergi ke seorang sahabat...
Kegiatan