Mengasihi Dengan Rela Berkorban

Mengasihi Dengan Rela Berkorban

Belum ada komentar 1012 Views

Mengapakah seorang laki-laki rela mengeluarkan banyak uang untuk sebuah karangan bunga guna diberikan kepada kekasihnya? Padahal belum tentu setahun sekali ia sendiri membeli baju baru.

Mengapakah seorang ayah rela menggantikan anaknya menjalani hukuman atas tindakan kriminal sang anak yang belum cukup umur? Mengapakah seorang ibu rela memberikan salah satu dari dua ginjalnya bagi anaknya yang menderita gagal ginjal? Padahal apa yang mereka lakukan belum tentu akan mereka lakukan bagi sembarang orang.

Mengapakah Maria rela menuangkan minyak narwastu yang amat mahal untuk membasuh kaki Yesus? Padahal bila minyak itu dijual hasilnya akan dapat memberi makan banyak sekali orang miskin.

Mengapakah Yesus rela menderita dan mati bagi kita, bagi umat manusia, bahkan bagi dunia? Padahal dunia dan kita justru menolaknya dan berkali-kali mengkhianatinya.

Jawabnya sederhana: kasih. Namun kasih yang sama sekali tidak sederhana. Kasih yang rela memberikan segalanya bagi yang dikasihi. Kasih yang rela berkorban bagi yang dikasihi. Kasih yang seperti kasih Yesus.

Maka begitulah seharusnya kita mengasihi. Mengasihi dengan kasih yang rela berkorban. Bukan hanya bagi mereka yang khusus bagi kita, tetapi bagi semua orang. Seperti Yesus.

PWS


Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bertobat dan Percayalah
    Dalam pembacaan Injil minggu ini, Yesus mengatakan empat hal yang sangat tajam dan jelas. Dua yang pertama adalah pernyataan...
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...