“Memuji Tuhan Sepanjang Hidup…!”

Mazmur 71

Belum ada komentar 250 Views

Sebagaimana kita tahu, pemazmur pun sadar bahwa hidup bersama Tuhan bukanlah hidup yang hanya terdiri atas susu dan madu (ayat 1-5). Namun, apapun yang terjadi, ia niscaya (akan) dapat menjalaninya dengan sebaik-baiknya, karena ia tidak sendirian. Ia bersama Tuhan, gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan (ayat 3), bahkan sejak dalam kandungan ibu (ayat 6).

Oleh karena itu, memuji dan memuliakan Tuhan, bukanlah sekadar mengungkapkan sukacita kemenangan dan keberhasilan melalui semua rintangan hidup. Memuji dan memuliakan Tuhan mestinya adalah merayakan keyakinan dan kenyataan bahwa hidup ini adalah milik Tuhan, dan masa depannya berada di tangan-Nya semata-mata.

Dengan demikian, khususnya di tengah kehidupan saat ini yang pekat diwarnai egosentrisme dan orientasi perjuangan/keberhasilan pribadi, memuji dan memuliakan Tuhan berarti menyadari bahwa berhasil melewati itu semua bukanlah hasil upaya kita sendiri. Tuhanlah yang menjadikan kita bertahan dan IA senantiasa setia. Maka memuji Tuhan dan memuliakan Tuhan berarti memberikan respons sepanjang hidup, sejak lahir hingga masa tua, kepada panggilan Tuhan yang telah berkenan menuntun kita.

Penting apa yang dikatakan sang pemazmur dalam ayat 17-18: “Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib; juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.”

Kiranya begitulah cara kita memuliakan dan memuji Tuhan di sepanjang hidup kita.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan