Memberi Diri Hingga Terluka?

Memberi Diri Hingga Terluka?

Belum ada komentar 27 Views

Yesus mempunyai banyak pengikut yang ingin dimuliakan di Surga, tetapi hanya sedikit yang bersedia memanggul salib-Nya. Banyak yang ingin menikmati penghiburan Yesus, tetapi hanya sedikit yang sanggup menderita sengsara bersama-Nya. Banyak orang mencintai Yesus selama mereka tidak mengalami kesukaran. Banyak yang memuji dan meluhurkan Yesus, selama mereka menerima penghiburan dari pada-Nya. Tetapi apabila mereka ditinggalkan Yesus sendirian, meskipun hanya sebentar saja, maka mulailah mereka berkeluh kesah atau jatuh ke dalam lembah kesedihan.

Ketaatan pada kehendak Bapa di Surga diungkap Yesus dengan memberi diri hingga terluka. Ia tidak mencari penghiburan bagi diri-Nya sendiri, baik di waktu-waktu sengsara maupun kala memperoleh penghiburan, Ia tetap memuji dan meluhurkan Allah. Ketaatan Kristus pada hakikatnya dilandasi oleh pengosongan diri-Nya sebagai Anak Allah. Walaupun Dia memiliki hak ilahi yang khusus, Kristus lebih memilih untuk memerankan karya keselamatan Allah dengan cara merendahkan diri-Nya dan wafat di atas kayu salib. Selaku umat percaya seharusnya kita meneladani sikap Tuhan Yesus yang selalu mengedepankan sikap pengosongan diri sehingga kita dimampukan untuk menyingkirkan dan membuang segala bentuk egoisme diri dan sekaligus dimampukan untuk bersedia berkurban.

Bagaimanakah dengan kita, bersediakah memberi diri hingga terluka ketika berbenturan dengan sesuatu yang menyakitkan ? Semua ini hanya mungkin kita lakukan jika ketaatan kita kepada Tuhan dilandasi oleh sikap pengosongan diri sehingga berbagai hal yang menyakitkan hati dapat kita terima dengan penuh kasih, dan kita tetap setia melakukan kehendak Allah sampai pada akhirnya.

T.T.


Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Jangan Tunda, Sekaranglah Saatnya
    Yunus 3:1-10; Mazmur 62:5-12; 1 Korintus 7:29-31; Markus 1:14-20
    Sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat Yahudi, jika seseorang mau belajar tentang keagamaan, maka ia yang menentukan Rabbi yang...
  • medengarkan
    Berbicaralah Hamba-Mu Mendengarkan
    Peristiwa penyataan Allah pada Imam Eli dan Samuel, merupakan pengalaman yang langka dan mengejutkan mereka. Mengapa begitu sulit seseorang...
  • Berkenan Di Hadapan Allah
    Markus 1:4-11
    Baptisan Yesus menjadi peristiwa peneguhan yang dinyatakan Allah bukan saja bagi Yesus tetapi juga bagi setiap orang. Bagi setiap...
  • Merayakan Kebaikan Tuhan
    Yesaya 61:10-62:3; Mazmur 148; Galatia 4:4-7; Lukas 2:22-40
    Pengalaman hidup adalah pengalaman mengalami kebaikan Tuhan. Setiap hari kebaikan Tuhan dinyatakan bagi kita. Namun sering kali tidak peka...
  • Tak Pernah Ingkar Janji
    2 Samuel 7:1-11, 16; Mazmur 89:1-4, 19-26; Roma 16:25-27; Lukas 1:26-38
    Sempurnalah kabar baik itu dengan berita tentang kelahiran Yesus. Allah yang menjadi manusia. Ini adalah fakta yang menggemparkan. Peristiwa...
Kegiatan