Memberi Diri Hingga Terluka?

Memberi Diri Hingga Terluka?

Belum ada komentar 44 Views

Yesus mempunyai banyak pengikut yang ingin dimuliakan di Surga, tetapi hanya sedikit yang bersedia memanggul salib-Nya. Banyak yang ingin menikmati penghiburan Yesus, tetapi hanya sedikit yang sanggup menderita sengsara bersama-Nya. Banyak orang mencintai Yesus selama mereka tidak mengalami kesukaran. Banyak yang memuji dan meluhurkan Yesus, selama mereka menerima penghiburan dari pada-Nya. Tetapi apabila mereka ditinggalkan Yesus sendirian, meskipun hanya sebentar saja, maka mulailah mereka berkeluh kesah atau jatuh ke dalam lembah kesedihan.

Ketaatan pada kehendak Bapa di Surga diungkap Yesus dengan memberi diri hingga terluka. Ia tidak mencari penghiburan bagi diri-Nya sendiri, baik di waktu-waktu sengsara maupun kala memperoleh penghiburan, Ia tetap memuji dan meluhurkan Allah. Ketaatan Kristus pada hakikatnya dilandasi oleh pengosongan diri-Nya sebagai Anak Allah. Walaupun Dia memiliki hak ilahi yang khusus, Kristus lebih memilih untuk memerankan karya keselamatan Allah dengan cara merendahkan diri-Nya dan wafat di atas kayu salib. Selaku umat percaya seharusnya kita meneladani sikap Tuhan Yesus yang selalu mengedepankan sikap pengosongan diri sehingga kita dimampukan untuk menyingkirkan dan membuang segala bentuk egoisme diri dan sekaligus dimampukan untuk bersedia berkurban.

Bagaimanakah dengan kita, bersediakah memberi diri hingga terluka ketika berbenturan dengan sesuatu yang menyakitkan ? Semua ini hanya mungkin kita lakukan jika ketaatan kita kepada Tuhan dilandasi oleh sikap pengosongan diri sehingga berbagai hal yang menyakitkan hati dapat kita terima dengan penuh kasih, dan kita tetap setia melakukan kehendak Allah sampai pada akhirnya.

T.T.


Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • lemah
    Sambutlah Yang Lemah
    Ibrani. 11:29-12:2
    Saya pernah dipukul oleh kakak pertama saya pada waktu saya kecil. “Kamu pikir saya sansak?” Dia bukan marah atau...
  • Sambutlah Pimpinan Tuhan
    Takut. Abram takut menghadapi masa depan tanpa anak. Ia pikir kalau hal itu sampai terjadi, apa boleh buat, hambanyalah...
  • Sambutlah Kristus
    Bulan Budaya dilakukan setiap 2 tahun sekali di GKI Pondok Indah. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar warga jemaat...
  • syukur
    Hendaklah Hatimu Melimpah Dengan Syukur
    Kolose 2:7
    Kita kerap mempermurah makna syukur hanya sebagai reaksi hati, atau malah emosional, atas berkat atau keberuntungan yang kita percaya...
  • Gereja Persahabatan
    3 Yohanes adalah surat yang ditulis oleh Yohanes untuk Gayus, sahabatnya. Ia menjadi salah satu tulisan dalam pustaka Yohanes...
Kegiatan