Lebih Dari Sekadar Ritus

Markus 7:1-23

Belum ada komentar 95 Views

Pada suatu kali saya mendapat kesempatan mengunjungi kota Stuttgart di Jerman. Dan salah satu objek wisata di situ adalah pabrik dan museum dari sebuah mobil mewah. Seorang pemandu memimpin kami berkeliling, seraya menjelaskan apa yang kami lihat. Bukan hanya mobil-mobil yang dipamerkan sangat impresif, tetapi juga berbagai segi lain, kesejahteraan pegawai, sumbangan terhadap pajak negara, proyek kemanusiaan, bea-siswa, penularan teknologi dan sebagainya. Tetapi ketika tur selesai, kami diminta keluar lewat pintu belakang, karena di pintu depan ada demonstrasi. Ternyata pabrik mobil mewah ini juga membuat sistem persenjataan, serta menjualnya kepada negara atau pihak pembeli tanpa mempertimbangkan siapa yang akan mempergunakannya terhadap siapa. Di mata hukum negaranya pabrik mobil ini memenuhi syarat, bahkan lebih dari itu, karena punya banyak program sosial. Tetapi secara etisada yang secara hakiki diabaikannya. Ia bukan hanya memproduksi mobil yang menyejahterakan manusia, tetapi ia juga memproduksi sistem persenjataan untuk membunuh manusia.

Begitu pun kritik Yesus terhadap religiositas para Farisi dalam teks kita hari ini. Berbagai aturan dan ritus dilaksanakan secara rinci dan teliti. Tetapi yang hakiki, yaitu kebenaran dan kasih mereka abaikan. Dengan kritiknya Yesus tidak bermaksud menafikan ritus, melainkan menandaskan bahwa ritus mesti merujuk pada yang hakiki. Ritus dilakukan demi menggarisbawahi yang hakiki.

Kritik Yesus juga mengena pada mereka yang mengatakan bahwa ibadah di gereja atau ritus lainnya tidaklah penting, karena yang terutama adalah percaya kepada Tuhan. Yang hakiki dari ibadah dan ritus lainnya adalah relasi dengan Tuhan, atau tepatnya menjalin relasi yang kian intim dengan-Nya. Tanpanya ia memang adalah sekadar rutinitas yang lama-lama membosankan, betapa pun bagus liturgi, khotbah, musik, mau pun suasana di dalamnya.

Kiranya kita tidak termasuk dalam mereka yang ditegur Yesus: “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” (Mrk. 7:6)

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup Adalah Ujian!
    Markus 1:9-15
    Istilah kawah Chandradimuka sering dipakai untuk memberi gambaran tentang ladang tempaan atau tempat uji bagi seseorang. Kawah ini diambil...
  • Wajahku, Wajahmu, Wajah Kristus
    Markus 9:2-9
    Isi hati seseorang biasanya nampak dari wajahnya. Orang lain biasanya mampu membacanya. Muka sedih, muka gembira, muka nyinyir, muka...
  • HOMO HOMINI SALUS
    Homo Homini Salus
    1 Korintus 9:16-23
    Hitam atau putih? Warna hitam biasa dipakai untuk menyimbolkan perilaku jahat dan kejam, sedang putih untuk sikap dan tindakan...
  • tentang Allah
    Bukan tentang Aku atau Kamu, tapi tentang Allah
    Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; 1 Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28
    Sesuatu yang biasa, jika dalam hidup bersama di suatu komunitas, ada orang-orang yang ingin menonjolkan diri atau ingin dianggap...
  • Jangan Tunda, Sekaranglah Saatnya
    Yunus 3:1-10; Mazmur 62:5-12; 1 Korintus 7:29-31; Markus 1:14-20
    Sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat Yahudi, jika seseorang mau belajar tentang keagamaan, maka ia yang menentukan Rabbi yang...
Kegiatan