Lebih Dari Sekadar Ritus

Markus 7:1-23

Belum ada komentar 94 Views

Pada suatu kali saya mendapat kesempatan mengunjungi kota Stuttgart di Jerman. Dan salah satu objek wisata di situ adalah pabrik dan museum dari sebuah mobil mewah. Seorang pemandu memimpin kami berkeliling, seraya menjelaskan apa yang kami lihat. Bukan hanya mobil-mobil yang dipamerkan sangat impresif, tetapi juga berbagai segi lain, kesejahteraan pegawai, sumbangan terhadap pajak negara, proyek kemanusiaan, bea-siswa, penularan teknologi dan sebagainya. Tetapi ketika tur selesai, kami diminta keluar lewat pintu belakang, karena di pintu depan ada demonstrasi. Ternyata pabrik mobil mewah ini juga membuat sistem persenjataan, serta menjualnya kepada negara atau pihak pembeli tanpa mempertimbangkan siapa yang akan mempergunakannya terhadap siapa. Di mata hukum negaranya pabrik mobil ini memenuhi syarat, bahkan lebih dari itu, karena punya banyak program sosial. Tetapi secara etisada yang secara hakiki diabaikannya. Ia bukan hanya memproduksi mobil yang menyejahterakan manusia, tetapi ia juga memproduksi sistem persenjataan untuk membunuh manusia.

Begitu pun kritik Yesus terhadap religiositas para Farisi dalam teks kita hari ini. Berbagai aturan dan ritus dilaksanakan secara rinci dan teliti. Tetapi yang hakiki, yaitu kebenaran dan kasih mereka abaikan. Dengan kritiknya Yesus tidak bermaksud menafikan ritus, melainkan menandaskan bahwa ritus mesti merujuk pada yang hakiki. Ritus dilakukan demi menggarisbawahi yang hakiki.

Kritik Yesus juga mengena pada mereka yang mengatakan bahwa ibadah di gereja atau ritus lainnya tidaklah penting, karena yang terutama adalah percaya kepada Tuhan. Yang hakiki dari ibadah dan ritus lainnya adalah relasi dengan Tuhan, atau tepatnya menjalin relasi yang kian intim dengan-Nya. Tanpanya ia memang adalah sekadar rutinitas yang lama-lama membosankan, betapa pun bagus liturgi, khotbah, musik, mau pun suasana di dalamnya.

Kiranya kita tidak termasuk dalam mereka yang ditegur Yesus: “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” (Mrk. 7:6)

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan