Lebih Dari Sekadar Ritus

Markus 7:1-23

Belum ada komentar 96 Views

Pada suatu kali saya mendapat kesempatan mengunjungi kota Stuttgart di Jerman. Dan salah satu objek wisata di situ adalah pabrik dan museum dari sebuah mobil mewah. Seorang pemandu memimpin kami berkeliling, seraya menjelaskan apa yang kami lihat. Bukan hanya mobil-mobil yang dipamerkan sangat impresif, tetapi juga berbagai segi lain, kesejahteraan pegawai, sumbangan terhadap pajak negara, proyek kemanusiaan, bea-siswa, penularan teknologi dan sebagainya. Tetapi ketika tur selesai, kami diminta keluar lewat pintu belakang, karena di pintu depan ada demonstrasi. Ternyata pabrik mobil mewah ini juga membuat sistem persenjataan, serta menjualnya kepada negara atau pihak pembeli tanpa mempertimbangkan siapa yang akan mempergunakannya terhadap siapa. Di mata hukum negaranya pabrik mobil ini memenuhi syarat, bahkan lebih dari itu, karena punya banyak program sosial. Tetapi secara etisada yang secara hakiki diabaikannya. Ia bukan hanya memproduksi mobil yang menyejahterakan manusia, tetapi ia juga memproduksi sistem persenjataan untuk membunuh manusia.

Begitu pun kritik Yesus terhadap religiositas para Farisi dalam teks kita hari ini. Berbagai aturan dan ritus dilaksanakan secara rinci dan teliti. Tetapi yang hakiki, yaitu kebenaran dan kasih mereka abaikan. Dengan kritiknya Yesus tidak bermaksud menafikan ritus, melainkan menandaskan bahwa ritus mesti merujuk pada yang hakiki. Ritus dilakukan demi menggarisbawahi yang hakiki.

Kritik Yesus juga mengena pada mereka yang mengatakan bahwa ibadah di gereja atau ritus lainnya tidaklah penting, karena yang terutama adalah percaya kepada Tuhan. Yang hakiki dari ibadah dan ritus lainnya adalah relasi dengan Tuhan, atau tepatnya menjalin relasi yang kian intim dengan-Nya. Tanpanya ia memang adalah sekadar rutinitas yang lama-lama membosankan, betapa pun bagus liturgi, khotbah, musik, mau pun suasana di dalamnya.

Kiranya kita tidak termasuk dalam mereka yang ditegur Yesus: “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” (Mrk. 7:6)

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan