Lebih Dari Sekadar Ritus

Markus 7:1-23

Belum ada komentar 114 Views

Pada suatu kali saya mendapat kesempatan mengunjungi kota Stuttgart di Jerman. Dan salah satu objek wisata di situ adalah pabrik dan museum dari sebuah mobil mewah. Seorang pemandu memimpin kami berkeliling, seraya menjelaskan apa yang kami lihat. Bukan hanya mobil-mobil yang dipamerkan sangat impresif, tetapi juga berbagai segi lain, kesejahteraan pegawai, sumbangan terhadap pajak negara, proyek kemanusiaan, bea-siswa, penularan teknologi dan sebagainya. Tetapi ketika tur selesai, kami diminta keluar lewat pintu belakang, karena di pintu depan ada demonstrasi. Ternyata pabrik mobil mewah ini juga membuat sistem persenjataan, serta menjualnya kepada negara atau pihak pembeli tanpa mempertimbangkan siapa yang akan mempergunakannya terhadap siapa. Di mata hukum negaranya pabrik mobil ini memenuhi syarat, bahkan lebih dari itu, karena punya banyak program sosial. Tetapi secara etisada yang secara hakiki diabaikannya. Ia bukan hanya memproduksi mobil yang menyejahterakan manusia, tetapi ia juga memproduksi sistem persenjataan untuk membunuh manusia.

Begitu pun kritik Yesus terhadap religiositas para Farisi dalam teks kita hari ini. Berbagai aturan dan ritus dilaksanakan secara rinci dan teliti. Tetapi yang hakiki, yaitu kebenaran dan kasih mereka abaikan. Dengan kritiknya Yesus tidak bermaksud menafikan ritus, melainkan menandaskan bahwa ritus mesti merujuk pada yang hakiki. Ritus dilakukan demi menggarisbawahi yang hakiki.

Kritik Yesus juga mengena pada mereka yang mengatakan bahwa ibadah di gereja atau ritus lainnya tidaklah penting, karena yang terutama adalah percaya kepada Tuhan. Yang hakiki dari ibadah dan ritus lainnya adalah relasi dengan Tuhan, atau tepatnya menjalin relasi yang kian intim dengan-Nya. Tanpanya ia memang adalah sekadar rutinitas yang lama-lama membosankan, betapa pun bagus liturgi, khotbah, musik, mau pun suasana di dalamnya.

Kiranya kita tidak termasuk dalam mereka yang ditegur Yesus: “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” (Mrk. 7:6)

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...