Kemana Kita Setelah Mati?

Kemana Kita Setelah Mati?

Komentar ditutup 1436 Views

Pak Pendeta Yth.,

Beberapa hari yang lalu, saya melihat gambar nisan kuburan, dan di benak saya muncul kembali pertanyaan yang belum pernah mendapat jawaban yang memuaskan: “Apa yang terjadi setelah kita meninggal dunia?”

Pada umumnya, pada saat kita menghadiri ibadah tutup peti atau pemakaman, kita selalu diberi keyakinan bahwa sebagai anak-anak Kristus, kita tidak usah menguatirkan apa pun juga, karena kita pasti masuk ke surga. Tetapi benarkah demikian? Ataukah semua orang yang meninggal sebenarnya masih berkumpul di suatu tempat dan menunggu sampai Yesus kembali lagi ke dunia pada akhir zaman dan Hari Penghakiman itu dilaksanakan? Meminjam istilah Yesus, “Ketika gandum dipisahkan dari jerami dan domba dipisahkan dari kambing?”

Terima kasih atas penjelasan Bapak.

(Arman W.)

Pdt. Rudianto Djajakartika

Saudara Arman yang baik,

Pertanyaan tentang apa yang terjadi setelah meninggal adalah pertanyaan dari semua yang hidup. Kita ingin tahu, karena kita tahu pada suatu ketika kita akan meninggal. Celakanya, yang sudah meninggal tidak ada yang kembali untuk bersaksi. Karena itu, apa yang terjadi setelah meninggal tetap sebuah misteri. Kita hanya bisa mencari jawabannya dalam kesaksian Alkitab.

Tetapi ketika kita mencari jawaban dari Alkitab, maka ada satu hal yang harus kita sadari terlebih dahulu. Alkitab adalah kitab buat orang yang hidup, bukan kitab buat orang yang sudah mati. Karena itu, kesaksian Alkitab tentang dunia orang mati selalu dalam hubungannya dengan yang hidup. Kesaksian semacam itu tentu punya keterbatasan karena tidak menguraikan secara rinci tentang dunia orang mati itu sendiri.

Nah, berdasarkan kesaksian Alkitab itu saya akan menjawab pertanyaan saudara:

  1. Ketika seseorang percaya meninggal, maka ia tetap dalam persekutuan dengan Kristus (Roma 8:38-39). Dalam persekutuan dengan Kristus, maka kasih Allah itu akan selalu dialami. Entah di manapun orang yang telah meninggal itu berada, sepanjang kasih Allah selalu hadir, bukankah ini yang disebut ‘sorga’? Apalah artinya sorga tanpa kehadiran Allah dan kasihNya? Tetapi di manapun kita berada, sepanjang Allah hadir dan kasih-Nya kita rasakan, maka tempat itu akan menjadi ‘sorga’. Dalam kerangka berpikir semacam inilah, maka para pendeta yang memimpin ibadah penghiburan ‘berani’ mengatakan bahwa yang meninggal itu sudah berada di dalam sorga. Maksudnya, dalam naungan kasih dan anugerah Allah. Dalam pelukan kasih Allah.
  2. Alkitab memang tidak berbicara secara jelas mengenai adanya suatu tempat penantian bagi yang telah meninggal. Tetapi jika kita memperhatikan kesaksian Alkitab tentang penghakiman terakhir, nampaknya orang yang telah meninggal itu masih menunggu di suatu tempat (Wahyu 6:9-11). Di manapun tempat itu, yang jelas mereka tetap bersekutu dengan Kristus, Juruselamatnya. Jadi menurut pemahaman saya, memang ada ‘tempat penantian’ buat orang yang telah meninggal. Kita tidak pernah tahu di mana dan bagaimana tempat penantian itu. Namun Kristus ada di sana, dan mereka yang telah meninggal tetap bersekutu denganNya. Bukankah dengan kehadiran Kristus, suasana sorga sudah dirasakan di tempat penantian itu?

Demikian jawaban saya, semoga bisa sedikit menjawab tentang apa yang dialami oleh orang yang sudah meninggal.

Arsip kategori Pastoralia
  • Persembahan Bagi Tuhan
    Yth. Pak Pendeta, Mengapakah ragi dan madu dilarang digunakan bangsa Israel pada saat membakar hewan-hewan korban di Kemah Suci,...
  • upacara gereja
  • Kerajaan Maut
    Samakah Arti Neraka dan Kerajaan Maut?
    Pak Pendeta yang budiman, Mohon pencerahan mengenai beberapa hal: Samakah arti Neraka dan Kerajaan Maut; dan siapakah yang menciptakannya,...
  • ALLAH Sang Sutradara?
    Bapak Pendeta Yth. Saya sedang membaca kitab Yehezkiel dan di sana terdapat banyak segala nubuatan, baik bagi bangsa Israel,...
  • Manusia Purba
    Pak Pdt. yang baik, Bolehkah saya meminta penjelasan tentang pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, yang mengusik hati saya: Siapakah manusia...
Kegiatan