Keluarga yang Hidup Dalam Sabda Allah

Keluarga yang Hidup Dalam Sabda Allah

Keluaran 20:1-4, 7-9, 12-20

Belum ada komentar 32 Views

Istilah “hukum” (law) atau “perintah/aturan” (commandments/regulations) hampir selalu diasosiasikan dengan sesuatu yang bila tidak dilakukan konsekuensinya berat, bahkan menakutkan. Sebenarnya tidak demikian halnya dengan 10 Hukum bagi Israel. Menurut H.L. Ellison, seorang pakar Perjanjian Lama, Tuhan mengaruniakan “hukum-Nya” sebagai ungkapan grace (anugerah) bukan compulsion (kewajiban). Sebab 10 Hukum itu diberikan setelah proklamasi kemenangan-Nya bagi umat-Nya, bukan atas mereka (Kel. 20:2). Oleh karena itu 10 Hukum itu adalah “bagaimana” selayaknya umat Tuhan hidup di hadapan dan bersama-Nya dalam “perjanjian” dengan-Nya. Dan di atas itu, pada akhirnya itu semua adalah agar “…lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” (kel. 20:12).

Keluarga Kristen adalah bagian dari umat perjanjian itu. Bahkan keluarga Kristen adalah bagian dari umat perjanjian yang baru di dalam Kristus. Oleh Kristus orang percaya diajak untuk membaca dan meletakkan 10 Hukum pada proporsinya yang benar, yaitu sebagai Hukum Kasih. Kasih yang hanya dapat muncul dari relasi yang intim dan hangat, baik antara orang percaya dengan Tuhan, maupun di antara orang percaya sendiri.

Indah sekali apa yang difirmankan Tuhan tentang ini dalam Yeremia 31:33-34, “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.”

Dalam terang ini, keluarga Kristen bukan cuma dikehendaki melakukan sabda/hukum/kehendak Allah, tetapi hidup di dalamnya.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan