Keluarga Kristen =  Keluarga yang Bersyukur dan Melayani

Keluarga Kristen = Keluarga yang Bersyukur dan Melayani

1 Timotius 1:12-17 (12)

Belum ada komentar 1372 Views

Dalam rangkaian nasihat Paulus guna mempersiapkan Timotius yang masih muda itu, ada 2 kata kunci yang relevan dengan penghayatan kita sebagai “keluarga perjanjian”, yaitu bersyukur dan melayani.

Paulus amat menyadari bahwa ia sebenarnya tidaklah layak untuk diampuni. Terutama mengingat apa yang pernah dilakukannya kepada orang-orang percaya di masa lalu, yaitu mengejar-ngejar dan menganiaya mereka. Sebab itu berarti bahwa ia telah melakukannya terhadap Tuhan sendiri. Namun itulah yang justru terjadi. Tuhan yang “dianiayanya” itu berkenan mengampuninya, menginsyafkannya, menguatkannya, bahkan memakainya sebagai pelayan-Nya. Oleh sebab itu ia amatlah bersyukur. Dari rasa syukur yang amat mendalam itu Paulus tiba pada kesadaran dan keyakinan, bahwa dengan itu ia dituntun agar dapat melayani-Nya. Ini adalah kesadaran yang amat krusial.

Rasa syukur bisa berhenti pada diri sendiri secara sempit, dan menolak untuk melihat lebih jauh. Abraham tidak berhenti pada “mendapat berkat”, tetapi menjalani hidup yang “diberkati agar menjadi berkat” (Kej. 12). Paulus pun meyakini hal yang sama. Ia yang tidak layak dibenarkan agar dapat melayani-Nya. Itu berarti Tuhan memercayainya dan berkenan memercayakan pelayanan sebagai rasul-Nya kepadanya.

Semangat dan mentalitas seperti inilah yang mestinya dijadikan paradigma keluarga Kristen yang adalah “keluarga perjanjian”. Allah dalam Kristus telah mengampuni dan menguatkan, serta senantiasa menuntun dan mengaruniakan berkat-Nya dalam segala bentuk. Dan keluarga Kristen mensyukuri semua itu, serta meresponsnya dengan melayani Tuhan dan sesama seoptimal dan sebaik mungkin.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • pengharapan
    ALLAH Trinitas dan Pengharapan Masa Depan
    Roma 5:1-5, Yohanes 16:12-15
    Alkitab menyatakan bahwa menjadi Kristen dan beriman kepada Allah Trinitas tidaklah mudah. Penolakan, pengucilan dan hal-hal yang buruk mungkin...
  • persekutuan
    Kesatuan Gerejawi : Refleksi Allah Persekutuan
    Yohanes 17:20-26
    Rambut sama hitam tapi pikiran berbeda. Pepatah ini mengungkapkan masing-masing orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda satu sama lain. Bagaimana...
  • ketaatan
    Iman dan Ketaatan yang Teruji
    Yohanes 14: 23-29
    “Tak kenal maka tak sayang” begitu kata pepatah. “Tak sayang, maka tak mungkin percaya dan menjalin relasi” demikian logikanya....
  • baru
  • Kemenangan Kristus
    Merayakan Kemenangan Kristus
    Wahyu 7:9-17
    Cara manusia menangkap kehadiran dan kuasa Tuhan sangat beragam. Ada yang menangkap hadirnya Tuhan melalui alam, melalui pengalaman saling...
Kegiatan