Keluarga Kristen = Keluarga Perjanjian

Keluarga Kristen = Keluarga Perjanjian

Yosua 4:15-24

Belum ada komentar 17 Views

Dengan pertolongan Tuhan, orang Israel menyeberangi sungai Yordan dekat Yerikho. Sesudahnya Tuhan memerintahkan Yosua agar 12 orang dari setiap suku, mengambil masing-masing sebuah batu dari sungai Yordan, dan meletakkannya di Gilgal sebagai tanda peringatan.

Keduabelas batu tadi adalah peringatan atas “apa yang telah dilakukan Tuhan bagi umat-Nya“. Dan yang menarik adalah bahwa tanda peringatan itu ditegakkan terutama bagi anak-anak umat Israel! Batu-batu peringatan itu dimaksudkan agar umat Israel dapat menjelaskan siapa Allah itu dan apa yang telah dilakukan-Nya bagi umat Israel, kepada anak-anak mereka!

Yang dikehendaki di sini adalah terjadinya penerusan sejarah dan tradisi yang amat kuat dalam adat-istiadat orang Israel. Dan yang diteruskan di sini pada akhirnya bukan sekadar nilai-nilai, tetapi pengalaman hidup bersama Tuhan, relasi dengan Tuhan, perjanjian dengan Dia!

Dan lebih dalam lagi: ayat 24: “…supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu…” Inilah tujuan akhirnya! Pengalaman hidup bersama Tuhan, relasi dengan Tuhan dialami sendiri (tanpa ini tak dapat meneruskannya), diteruskan kepada anak-anak, agar akhirnya melalui anak-anak kita dan anak-anak mereka, dan seterusnya, agar akhirnya semua bangsa memahaminya…!

Belajar dari teladan ini, keluarga Kristen yang harus menghadapi kehidupan masa kini yang “tidak mudah dan sederhana“, adalah keluarga yang telah ditebus oleh Kristus, dan yang berarti pula, adalah keluarga perjanjian. Ia pertama-tama mesti menjadi keluarga yang sungguh-sungguh mengalami dan percaya pada “perjanjian Tuhan“. Ia juga mesti mendasarkan relasi-relasi di dalam keluarga pada “perjanjian” itu. Kemudian ia mesti memberdayakan segenap anggota keluarga untuk menjadi “agen-agen perjanjian” itu. Inilah jati diri keluarga Kristen.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
  • inisiatif
    Partisipatif : Berinisiatif
    Markus 2:1-12
    Wow..kembali sebuah kisah tentang keterbukaan Yesus. Ia menerima cara orang menghampiriNya, meski tidak lazim. Melalui atap! Bukankah tiap orang...
Kegiatan