Keluarga Kristen = Keluarga Perjanjian

Keluarga Kristen = Keluarga Perjanjian

Yosua 4:15-24

Belum ada komentar 99 Views

Dengan pertolongan Tuhan, orang Israel menyeberangi sungai Yordan dekat Yerikho. Sesudahnya Tuhan memerintahkan Yosua agar 12 orang dari setiap suku, mengambil masing-masing sebuah batu dari sungai Yordan, dan meletakkannya di Gilgal sebagai tanda peringatan.

Keduabelas batu tadi adalah peringatan atas “apa yang telah dilakukan Tuhan bagi umat-Nya“. Dan yang menarik adalah bahwa tanda peringatan itu ditegakkan terutama bagi anak-anak umat Israel! Batu-batu peringatan itu dimaksudkan agar umat Israel dapat menjelaskan siapa Allah itu dan apa yang telah dilakukan-Nya bagi umat Israel, kepada anak-anak mereka!

Yang dikehendaki di sini adalah terjadinya penerusan sejarah dan tradisi yang amat kuat dalam adat-istiadat orang Israel. Dan yang diteruskan di sini pada akhirnya bukan sekadar nilai-nilai, tetapi pengalaman hidup bersama Tuhan, relasi dengan Tuhan, perjanjian dengan Dia!

Dan lebih dalam lagi: ayat 24: “…supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu…” Inilah tujuan akhirnya! Pengalaman hidup bersama Tuhan, relasi dengan Tuhan dialami sendiri (tanpa ini tak dapat meneruskannya), diteruskan kepada anak-anak, agar akhirnya melalui anak-anak kita dan anak-anak mereka, dan seterusnya, agar akhirnya semua bangsa memahaminya…!

Belajar dari teladan ini, keluarga Kristen yang harus menghadapi kehidupan masa kini yang “tidak mudah dan sederhana“, adalah keluarga yang telah ditebus oleh Kristus, dan yang berarti pula, adalah keluarga perjanjian. Ia pertama-tama mesti menjadi keluarga yang sungguh-sungguh mengalami dan percaya pada “perjanjian Tuhan“. Ia juga mesti mendasarkan relasi-relasi di dalam keluarga pada “perjanjian” itu. Kemudian ia mesti memberdayakan segenap anggota keluarga untuk menjadi “agen-agen perjanjian” itu. Inilah jati diri keluarga Kristen.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kesalehan yang Berbahaya
    Sasaran kritik Yesus yang paling tajam bukanlah orang yang tidak beragama, melainkan orang beragama, tepatnya para pemimpin agama. Bacaan...
  • Rumah Tanpa Alibi
    Matius 22:34-46
    Dalam bacaan ini, Yesus menghadapi pertanyaan dari orang-orang Farisi dan kemudian bertanya tentang identitas Mesias. Percakapan tersebut mengajak kita...
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...